medcom.id, Jakarta: Pengakuan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mendukung sistem pemilihan umum kepala daerah (pilkada) langsung, di hadapan kepala negara-negara sahabat, dinilai sekadar pencitraan politik.
Pengamat komunikasi politik dari Universitas Andalas, Yuliandre Darwis, mengatakan apa yang dilakukan SBY dalam Bali Democracy Forum ke-VII, di yang dihelat di Nusa Dua, Bali, Jumat, 10 Oktober, hanyalah sebuah pencitraan diri.
Yuliandre memandang pernyataan yang disampaikan SBY bertolak belakang dengan kebijakan yang telah ditetapkan baik dalam kapasitasnya sebagai kepala pemerintahan maupun Ketua Umum Partai Demokrat.
"Sikapnya bertolak belakang dengan kebijakannya, dalam hal ini SBY tidak ingin dikambinghitamkan," ujar Yuliandre kepada Metro Tv, Sabtu (11/10/2014).
Yuliandre menyayangkan hal ini menjadi sebuah kemirisan demokrasi di Indonesia. "Masyarakat kini semakin pintar dalam menilai inkonsistensi seorang SBY," ucapnya.
Sebagaimana diketahui, dalam pidato Presiden SBY pada acara Bali Democracy Forum ke-VII, SBY berkali-kali menyampaikan ia menyetujui pilkada langsung. di hadapan kepala negara-negara sahabat dan pegiat demokrasi dunia.
medcom.id, Jakarta: Pengakuan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mendukung sistem pemilihan umum kepala daerah (pilkada) langsung, di hadapan kepala negara-negara sahabat, dinilai sekadar pencitraan politik.
Pengamat komunikasi politik dari Universitas Andalas, Yuliandre Darwis, mengatakan apa yang dilakukan SBY dalam Bali Democracy Forum ke-VII, di yang dihelat di Nusa Dua, Bali, Jumat, 10 Oktober, hanyalah sebuah pencitraan diri.
Yuliandre memandang pernyataan yang disampaikan SBY bertolak belakang dengan kebijakan yang telah ditetapkan baik dalam kapasitasnya sebagai kepala pemerintahan maupun Ketua Umum Partai Demokrat.
"Sikapnya bertolak belakang dengan kebijakannya, dalam hal ini SBY tidak ingin dikambinghitamkan," ujar Yuliandre kepada
Metro Tv, Sabtu (11/10/2014).
Yuliandre menyayangkan hal ini menjadi sebuah kemirisan demokrasi di Indonesia. "Masyarakat kini semakin pintar dalam menilai inkonsistensi seorang SBY," ucapnya.
Sebagaimana diketahui, dalam pidato Presiden SBY pada acara Bali Democracy Forum ke-VII, SBY berkali-kali menyampaikan ia menyetujui pilkada langsung. di hadapan kepala negara-negara sahabat dan pegiat demokrasi dunia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(LAL)