Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nasir. MI/Ramdani
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nasir. MI/Ramdani

PP Muhammadiyah Siap Ajak Bakal Capres Dialog Kebangsaan

Emir Chairullah • 18 September 2022 12:55
Jakarta: Pengurus Pusat Muhammadiyah siap mengajak calon presiden (capres) yang ingin bertarung dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 untuk berdialog. Upaya ini dilakukan agar para capres yang maju sesuai dengan nilai politik kebangsaan yang dianut Muhammadiyah.
 
“Sangat siap (mengajak capres untuk berdialog). Karena Muhammadiyah ini menjadi rujukan para elite dan kekuatan masyarakat untuk berkomunikasi, berdialog dan berbagi pandangan,” kata Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir usai memberikan arahan dalam Konsolidasi Nasional LHKP Muhammadiyah di Magelang, Minggu, 18 September 2022.
 
Haedar menjelaskan PP Muhammadiyah akan proaktif menawarkan gagasan dialog tersebut kepada para capres yang bakal maju. Selain untuk menyampaikan nilai politik yang dianut, pihaknya ingin mengingatkan Muhammadiyah merupakan organisasi dakwah kebangsaan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Sehingga kita harus proaktif. Termasuk dengan nama-nama yang muncul. Kita tidak akan membatasi diri dengan fragmentasi yang membuat negara ini pecah,” tegas dia.
 
Haedar menjelaskan PP Muhammadiyah belum dalam posisi menyebut nama karena bukan organisasi politik. “Kalau menyebut nama dilakukan harus dilakukan dengan kearifan tertentu. Jadi dengan bahasa partisan politik,” ujar dia.
 
Namun, kata dia, Muhammadiyah sudah menyiapkan kriteria calon yang bakal dipilih. Salah satunya kriterianya calon yang maju dalam pilpres maupun pileg harus menjadikan Pancasila sebagai rujukan dasar nilai dan perilaku. “Jadi bukan hanya slogan,” tegas dia.
 

Baca: Anies Disarankan Lakukan 5 Langkah Ini Agar Lancar Nyapres


Selain itu, calon yang dipilih Muhammadiyah harus menjadikan agama sebagai sumber dan pedoman hidup bangsa yang integratif dengan kebangsaan. “Artinya calon ini bukan menjadikan agama sebagai ancaman kebangsaan,” jelas dia.
 
Di samping harus menjadi negarawan, calon yang bakal dipilih Muhammadiyah harus punya wawasan kebudayaan dan kepribadian bangsa. “Sehingga tidak terjebak dengan liberalisasi politik yang serba pragmatis dan menghalalkan segala cara,” ujar dia.
 
Hal penting dalam memilih calon mana yang bakal dipilih bahwa proses kontestasi harus bersifat transparan. Para elite harus transparan bahwa mereka layak untuk memimpin bangsa.
 
“Kontrak politik mereka dengan rakyat dan bukan dengan oligarki,” tegas dia,
 
(AZF)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif