Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. Foto: Kemenag/humas
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. Foto: Kemenag/humas

Menag Mengaku Tidak Bisa Intervensi Pondok Pesantren

Andhika Prasetyo • 08 September 2022 14:46
Jakarta: Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengaku tidak bisa melakukan intervensi terhadap pondok pesantren. Meskipun, kata dia, tujuannya untuk mencegah terjadinya tindak kekerasan.
 
"Pondok pesantren, boarding school, atau apapun namanya itu adalah lembaga yang sangat independen. Kita tidak mungkin bisa melakukan intervensi secara langsung ke dalam. Apalagi mereka bukan bagian dari struktur Kementerian Agama," ujar Yaqut di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 8 September 2022.
 
Yaqut menerangkan upaya pencegahan tindak kekerasan hanya bisa dilakukan melalui pendekatan tertentu. Seperti membuat aturan dalam sistem pengelolaan atau pengasuhan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia menyadari pola asuh yang dilakukan di pondok pesantren masih memiliki banyak persoalan. Yaqut memastikan akan berkomunikasi dengan seluruh pondok pesantren untuk memperbaiki sistem pola asuh agar tindak kekerasan tidak terulang.
 
"Anak-anak di situ kan dititipkan bukan hanya dididik saja, tetapi juga dititip, diasuh karena orang tua tidak ikut kan. Nah, pola pengasuhan ini yang kami lihat masih kurang," ucap Yaqut.

Baca: Kemenag Telusuri Potensi Perundungan di Seluruh Cabang Pesantren Gontor


Sebelumnya, Selasa, 6 September 2022, Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor Ponorogo mengakui adanya dugaan penganiayaan terhadap santri Albar Mahdi/AM (17) oleh sesama santri hingga mengakibatkan remaja asal Palembang itu meninggal dunia.
 
"Berdasarkan temuan tim pengasuhan santri, memang ditemukan adanya dugaan penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal," kata Juru Bicara Ponpes Darussalam Gontor Ustadz Noor Syahid di Ponorogo, Jawa Timur, Selasa, 6 September 2022.
 
Berdasarkan kabar yang beredar, AM meninggal dunia setelah dianiaya santri senior. Pihak Ponpes Gontor sejauh ini telah mengambil tindakan tegas terhadap para terduga pelaku, dengan mengeluarkan santri yang terlibat penganiayaan.
 
(LDS)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif