Siapa PJ kepala daerah? Foto: Dok/Metro TV
Siapa PJ kepala daerah? Foto: Dok/Metro TV

Masa Penjabat Kepala Daerah Sangat Menguntungkan Rezim Saat Ini

MetroTV • 26 Mei 2022 11:25
Jakarta: Banyaknya penjabat kepala daerah yang akan mengisi kursi kekuasaan pemerintah daerah dalam waktu yang lama menuai beragam reaksi dari sejumlah pihak. Kondisi ini terjadi karena diduga adanya faktor kesengajaan demi menguntungkan kepemimpinan nasional yang tengah berkuasa saat ini.
 
Anggota Dewan Pembina Perludem Titi Anggraini menganggap ada kesengajaan dalam pembentukan Rancangan Undang-Undang Tahun 2016 yang memungkinkan para penjabat kepala daerah dapat mengisi kekosongan kepemimpinan pemerintah daerah hingga lebih dari dua tahun.
 
“Disengaja, karena saat itu argumennya supaya ada koherensi antara program presiden terpilih dengan eksekutif daerah. Yang kedua, harapannya ketika presiden baru terpilih, visi misi presiden langsung diadopsi oleh visi misi kepala daerah yang terpilih,” jelas Anggota Dewan Pembina Perludem Titi Anggraini dalam program Hotroom, Rabu, 25 Mei 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Titi menambahkan, publik bukannya luput dari perkara ini, melainkan sengaja diluputkan atau tidak diikutsertakan dalam pembahasan hal tersebut. Menurutnya, sejak awal pemerintah memang tidak membuka ruang diskusi untuk membahasnya.
 
“Ruang diskusinya tidak dibuka. Orang yang mengonsep Undang-Undang 2016 memang sengaja. Jadi menurut saya, publik memang sengaja diluputkan,” kata Titi Anggraini.
 
Anggapan serupa disampaikan juga oleh Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri periode 2010-2014 Djohermansyah Djohan. Menurut Djohan, semakin lamanya penjabat mengisi kekosongan kekuasaan daerah dapat menguntungkan partai politik maupun kepemimpinan nasional yang tengah berkuasa saat ini.
 
Hal tersebut sangat disayangkan, lantaran merusak demokrasi. “Lamanya penjabat ini sangat menguntungkan rezim dan partai politik yang berkuasa sekarang. Kepemimpinan nasional yang berkuasa sekarang. Demokrasi kita jadi rusak dan menurun,” kata Djohermansyah Djohan. (Fatha Annisa)
 
(MBM)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif