Ilustrasi ganja. AFP
Ilustrasi ganja. AFP

Wacana Legalisasi Ganja untuk Medis Harus Cermat

Theofilus Ifan Sucipto • 28 Juni 2022 10:03
Jakarta: Wacana melegalisasi ganja untuk kepentingan medis harus cermat. Sejumlah aspek perlu diperhatikan sebelum mengegolkan rencana tersebut.
 
“Kita melihat dari sisi kesehatan, kemanusiaan, kejahatan, dan politik,” kata Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies, Jerry Massie, kepada Medcom.id, Selasa, 28 Juni 2022.
 
Jerry mengatakan ganja bermanfaat dari aspek kesehatan dan kemanusiaan. Ganja bisa membantu pengobatan pasien cerebral palsy atau kelainan gerakan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Ini mesti dikaji dan dilihat keuntungannya apa, manfaatnya apa, kekurangannya apa,” papar dia.
 
Jerry mafhum peredaran ganja untuk publik di Indonesia bertentangan dengan undang-undang. Masih banyak penyelundupan ganja di Indonesia.
 
“Sehingga kalau dari sisi kejahatan, saya mendorong polisi mengejar dan menangkap para bandit serta mafia pengedar narkoba,” papar dia.

Baca: DPR Kaji Penggunaan Ganja untuk Medis


Foto ibu bernama Santi viral di media sosial karena membutuhkan ganja medis untuk pengobatan anaknya, Pika. Foto tersebut diunggah penyanyi Andien di media sosialnya.
 
Pika mengidap penyakit cerebral palsy, kelainan gerakan, otot, atau postur. Penyakit ini disebut efektif diobati dengan terapi minyak biji ganja/CBD oil.
 
DPR merespons unggahan tersebut. Lembaga Legislatif bakal mengkaji penggunaan ganja untuk medis.
 
"Nanti kita akan coba buat kajiannya apakah itu kemudian dimungkinkan untuk ganja itu sebagai salah satu obat medis yang memang bisa dipergunakan," kata Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 27 Juni 2022.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif