Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

NU Dukung KPK dan Setneg Tertibkan Aset Negara

Nasional aset negara
Medcom • 09 Oktober 2020 12:42
Jakarta: Nahdlatul Ulama (NU) mendukung rencana Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) menertibkan dan memulihkan barang milik negara (BMN). Nilai aset yang dikelola swasta itu senilai Rp571,5 triliun.
 
Wakil Sekretaris Jenderal NU, M. Imdadun Rahmat mengatakan, barang milik negara jangan sampai berpindah tangan kepemilikan. "Spiritnya baik, ingin mengembalikan aset agar manfaatnya tidak diambil hanya orang tertentu atau swasta. Demi kepentingan negara dan rakyat," kata Imdadun, Jumat 9 Oktober 2020.
 
Imdadun mengingatkan pemerintah memperhatikan aspek legal pengelolaan barang milik negara. Sebab, pihak swasta melakukan pengelolaan atas dasar kerja sama maupun perjanjian.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kendalanya itu terkait kontrak yang sudah dilakukan dan itu legal. Itu bisa menjadi hambatan. KPK bisa mem-backup aspek kemungkinan abuse of power. Bisa saja ada kontrak yang cacat, kontrak mengandung suap manipulasi. KPK punya kemampuan itu," kata Direktur SAS Institute itu.
 
Baca: Negara Bisa Sita Aset Jika Pengelolaan Tidak Optimal
 
"NU mendukung ini. Karena NU punya komitmen melawan korupsi. Melakukan antisipasi agar korupsi tidak terjadi. Kerugian negara itu tidak hanya terjadi karena pelanggaran hukum, tapi proses yang berlangsung secara legal," tutup Imdadun.
 
Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bekerja sama dengan Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) berencana menertibkan dan memulihkan barang milik negara yang dikelola Kemensetneg.
 
"Aset-aset milik negara yang menjadi perhatian kami, yaitu Gelora Bung Karno, Kemayoran, dan Taman Mini Indonesia Indah," kata Kepala Satuan Tugas (Satgas) Koordinasi Pencegahan Wilayah II KPK, Asep Rahmat Suwandha dalam keterangannya, Rabu, 17 September 2020.
 
Asep menyebut KPK akan melakukan pendampingan kepada Kemensetneg dalam pengelolaan dan pemanfaatan aset untuk menghindari kerugian negara. Harapannya, penataan BMN ini akan meningkatkan kontribusi kepada penerimaan keuangan negara.
 
(FZN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif