Jakarta: Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Aryo Djojohadikusumo mensyaratkan Anies Baswedan dan Gatot Nurmantyo membawa kursi di parlemen jika ingin dicalonkan sebagai calon wakil presiden bersanding dengan Prabowo Subianto.
Aryo mengatakan Partai Gerindra saat ini masih kekurangan 39 kursi sebagai ambang batas pencalonan presiden 2019. Dari itu siapapun calon wakil presidennya harus bisa melengkapi sisa kursi yang dibutuhkan.
"Jadi pikir-pikir dulu apakah mereka (Anies dan Gatot) membawa kursi yang kurang," kata Aryo di Komisi II DPR RI kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu 28 Maret 2018.
Aryo mengatakan jika Anies atau Gatot ingin maju maka harus menggandeng partai yang memiliki suara cukup hingga menggenapi 20 persen prasyarat. Partai Gerindra pun tak menyoalkan jika partai politik menyodorkan kadernya diluar nama Gatot dan Anies.
(Baca juga: Anies Perlu Berpikir Panjang Sebelum Jadi Cawapres)
"Mau yang maju itu ketumnya atau tidak, sekjennya atau tidak," ucap Aryo.
Aryo mengatakan partainya kini mengatongi lima nama kandidat calon cawapresnya Prabowo. Ia enggan memastikan apakah nama Gatot dan Anies masuk di antara kelima nama tersebut.
"Kita masih membicarakan itu Insyaallah enggak kelamaan kasihan wartawan menunggu lama," pungkas dia.
<iframe class="embedv" width="560" height="315" src="https://www.medcom.id/embed/DkqLnJ8b" allowfullscreen></iframe>
Jakarta: Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Aryo Djojohadikusumo mensyaratkan Anies Baswedan dan Gatot Nurmantyo membawa kursi di parlemen jika ingin dicalonkan sebagai calon wakil presiden bersanding dengan Prabowo Subianto.
Aryo mengatakan Partai Gerindra saat ini masih kekurangan 39 kursi sebagai ambang batas pencalonan presiden 2019. Dari itu siapapun calon wakil presidennya harus bisa melengkapi sisa kursi yang dibutuhkan.
"Jadi pikir-pikir dulu apakah mereka (Anies dan Gatot) membawa kursi yang kurang," kata Aryo di Komisi II DPR RI kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu 28 Maret 2018.
Aryo mengatakan jika Anies atau Gatot ingin maju maka harus menggandeng partai yang memiliki suara cukup hingga menggenapi 20 persen prasyarat. Partai Gerindra pun tak menyoalkan jika partai politik menyodorkan kadernya diluar nama Gatot dan Anies.
(Baca juga:
Anies Perlu Berpikir Panjang Sebelum Jadi Cawapres)
"Mau yang maju itu ketumnya atau tidak, sekjennya atau tidak," ucap Aryo.
Aryo mengatakan partainya kini mengatongi lima nama kandidat calon cawapresnya Prabowo. Ia enggan memastikan apakah nama Gatot dan Anies masuk di antara kelima nama tersebut.
"Kita masih membicarakan itu Insyaallah enggak kelamaan kasihan wartawan menunggu lama," pungkas dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)