Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad. Foto: Medcom.id/Candra Yuri Nuralam
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad. Foto: Medcom.id/Candra Yuri Nuralam

Dasco Khawatir Eks ISIS Menimbulkan Masalah Baru

Nasional wni gabung isis
Anggi Tondi Martaon • 05 Februari 2020 23:02
Jakarta: Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad meminta pemerintah mempertimbangkan ulang wacana pemulangan 600 Warga Negara Indonesia (WNI) eks ISIS. WNI eks ISIS bisa menjadi masalah baru setibanya di Tanah Air.
 
"Itu sebaiknya pemerintah tidak menambah masalah lagi dengan pemulangan eks ISIS," kata Dasco di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu, 5 Februari 2020.
 
Ditambah lagi, saat ini pemerintah dihadapkan berbagai persoalan yang menjadi prioritas segere diselesaikan. Seperti antisipasi penyebaran virus korona yang sudah menyebar ke 21 negara di dunia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dasco Khawatir Eks ISIS Menimbulkan Masalah Baru
Kamp Al-Hol di Suriah menjadi tempat tinggal keluarga dari anggota ISIS. Foto: AFP
 
Pemulangan WNI eks ISIS perlu dikaji dampak positif dan negatifnya. Apalagi mereka sempat berikrar tidak lagi menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan membakar paspor.
 
"Itu harus melalui kajian yang sangat mendalam terhadap dampak bangsa dan negara kita," ujar dia.
 
Seperti diketahui, sebanyak 600 WNI eks ISIS akan dipulangkan. Pemerintah masih menghitung manfaat dan kerugian dari rencana pemulangan 600 warga negara Indonesia (WNI) eks ISIS ke Tanah Air. Pemulangan eks ISIS jangan sampai menjadi bumerang untuk Indonesia.
 
"Belum diputuskan (rencana pemulangan eks ISIS) karena ada manfaat dan mudaratnya. Mudaratnya kalau dipulangkan nanti bisa menjadi masalah di sini, bisa menjadi virus baru di sini," kata Menkopolhukam Mahfud MD di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu, 5 Februari 2020.
 
Mahfud menilai eks ISIS harus mengikuti program deradikalisasi bila ingin kembali ke Indonesia. Hal ini untuk menghilangkan paham radikal yang sudah tertanam sejak berada di Suriah. "
 
"Tapi kan kalau deradikalisasi waktunya terbatas, sehingga kalau nanti habis deradikalisasi diterjunkan ke masyarakat nanti bisa kambuh lagi," ungkap dia.

 

(WHS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif