NEWSTICKER
Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan. Foto: Medcom/Ilham Wibowo
Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan. Foto: Medcom/Ilham Wibowo

PAN Usul Kenaikan Ambang Batas Parlemen Bertahap

Nasional revisi uu pemilu
Anggi Tondi Martaon • 10 Maret 2020 15:24
Jakarta: Partai Amanat Nasional (PAN) tidak masalah dengan usulan NasDem dan Golkar yang ingin menaikkan ambang batas parlemen menjadi 7 persen. Namun, kenaikan diminta bertahap.
 
"Soal 7 persen (ambang batas yang diusulkan NasDem dan Golkar) kami tidak soal, tapi ini kan harus bertahap," kata Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan di Kantor DPP NasDem, Gondangdia, Jakarta, Selasa, 10 Maret 2020.
 
Wakil Ketua MPR itu mengingatkan Indonesia menganut sistem multipartai. Kenaikan ambang batas harus memperhatikan keberagaman.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jangan lupa kita itu Pancasila, NKRI, Bhineka Tunggal Ika, kebersamaan, bukan soal menang-menangan," ungkap dia.
 
Baca:PAN Dukung Usulan Pileg dan Pilpres Dipisah
 
Zulkifli khawatir bila ambang batas parlemen dinaikkan membuat jumlah partai di Parlemen lebih sedikit. Menurut dia, unsur keberagaman bisa hilang bila hanya sedikit partai yang ada di Senayan.
 
"Ini kan kebersamaan. Bung Karno (Presiden pertama Indonesia Soekarno) mengatakan, kecil besar harus bersama-sama," ujar dia.
 
DPR bakal merevisi Undang Undang (UU) Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Beberapa poin diusulkan diubah, salah satunya ambang batas parlemen.
 
PAN Usul Kenaikan Ambang Batas Parlemen Bertahap
Pertemuan petinggi Partai NasDem dan Partai Amanat Nasional (PAN) di Kantor DPP Partai NasDem, Gondangdia, Jakarta Pusat. Medcom.id/Anggi Tondi Martaon
 
NasDem mengusulkan syarat partai politik lolos ke parlemen harus memperoleh minimal 7 persen suara di Pemilu. Usulan itu didukung Golkar.
 
"Ada usulan dari Pak Surya Paloh (Ketum NasDem), parliamentary threshold tujuh persen, dan Partai Golkar akan mendukung konsep tersebut," kata Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta, Senin, 9 Maret 2020.
 
Menurut dia, kenaikan ambang batas parlemen merupakan usulan yang bagus. Namun, Golkar tak ingin ada kenaikan ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold). Ambang batas sebesar 20 persen dari perolehan suara nasional dalam pemilihan legislatif (Pileg) dinilai sudah cukup sebagai syarat pengajuan calon presiden dan calon wakil presiden.
 

(AGA)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif