Kemacetan arus lalu lintas saat jam pulang kerja terjadi di simpang empat Slipi-Palmerah. Foto: MI/Pius Erlangga.
Kemacetan arus lalu lintas saat jam pulang kerja terjadi di simpang empat Slipi-Palmerah. Foto: MI/Pius Erlangga.

Wapres Ingin Teknologi Disuntik ke Bidang Transportasi

Nasional kemacetan kemacetan lalulintas
Dheri Agriesta • 11 Januari 2019 13:28
Jakarta: Wakil Presiden Jusuf Kalla menyinggung rencana pemerintah menanggulangi kemacetan di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Dia ingin teknologi diterapkan di bidang transportasi.
 
Kalla bercerita tentang pertemuan dengan Gubenur DKI Jakarta Anies Baswedan pagi tadi. Mereka berbicara tentang penggunaan teknologi untuk mengurangi kemacetan di Jabodetabek.
 
"Saya baru tadi pagi berbicara dengan Gubernur DKI tentang bagaimana efisiensi transportasi di Jakarta," kata Kalla di rapat koordinasi pimpinan Ikatan Nasional Konsultan Indonesia, Istana Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat, 11 Januari 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kalla menyebut seluruh sistem transportasi dikelola secara manual pada 1970 hingga 1980-an. Kondektur meneriakkan asal dan tujuan sebuah mobil yang bakal berangkat.
 
"Kita tinggal mendengar (kondektur) berteriak, itu lewat Jalan Juanda segala macam. Sekarang semuanya lewat IT (teknologi informasi)," kata Kalla.
 
Kalla pun sadar teknologi dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Para konsultan, kata dia, juga harus memperhatikan hal itu.
 
Ia mencontohkan pembangunan light rapid transit (LRT) ke arah Bogor. Rute LRT itu menggunakan jalur layang. Ia heran pembangunan menggunakan teknologi itu.
 
"Ya, buat apa elevated (jalur layang) kalau hanya berada di samping jalan tol? Dan biasanya light train itu tidak dibangun bersebelahan dengan jalan tol, harus terpisah," jelas Kalla.
 
Baca: Presiden Gelar Ratas Pengelolaan Transportasi Jabodetabek
 
Di sisi lain, Presiden Joko Widodo sempat menggelar rapat terbatas membahas pengelolaan transportasi di Jabodetabek. Jokowi menilai kemacetan lalu lintas di Ibu Kota dan sekitarnya harus segera ditangani.
 
Berdasarkan catatan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), pemerintah kehilangan Rp65 triliun per tahun karena kemacetan di Jabodetabek. Jokowi berharap pengelolaan moda transportasi dapat dilakukan dengan baik.
 
"Ini (kerugian) kalau kita jadikan barang, sudah jadi LRT, MRT (mass rapid transit). Dalam 5 tahun sudah jadi barang," jelas dia.
 
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, dan Gubernur Banten Wahidin Halim sepakat dengan integrasi pengelolaan ini. Pengelolaan transportasi Jabodetabek berada di bawah koordinasi Jusuf Kalla.
 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif