Sekretaris Jenderal DPR Indra Iskandar (Dok. DPR)
Sekretaris Jenderal DPR Indra Iskandar (Dok. DPR)

Asal Usul Pengadaan Gorden Rumah Dinas DPR

Nasional DPR RI gorden Rumah Dinas Anggota DPR Pengadaan Gorden Rumah Dinas DPR
Putra Ananda • 10 Mei 2022 15:16
Jakarta: Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR Indra Iskandar menjelaskan asal usul pengadaan gorden untuk rumah dinas atau rumah jabatan anggota DPR di Kalibata dan Ulujami, Jakarta. Usul pengadaan tersebut merupakan permintaan dari para anggota DPR lantaran gorden yang ada dinilai telah usang dengan masa pakai mencapai 12 tahun.
 
"Gorden, vitrase, dan blind yang ada saat ini merupakan hasil pengadaan atau lelang tahun anggaran 2010," jelas Indar dalam keternagan tertulis, Jakarta, Selasa, 10 Mei 2022.
 
Indra menjelaskan Setjen DPR telah menerima permohonan pengajuan pergantian gorden dari para legislator sejak 2020. Kala itu, Setjen DPR tidak bisa memenuhi permintaan pergantian gorden lantaran belum ada alokasi anggaran yang disiapkan. Anggaran pergantian gorden, vitrase, dan blind baru disiapkan pada 2022 dengan alokasi 505 unit di rumah jabatan anggota DPR Kalibata.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tender pengerjaaan gorden rumah dinas DPR dimulai pada 8 Maret 2022 dengan nilai HPS (harga perkiraan sendiri) Rp 45,7 miliar. Perusahaan yang mendaftar untuk mengikuti tender sebanyak 49 perusahaan," jelas Indra.
 
Pada tahapan penjelasan pekerjaan yang dilaksanakan 14 Maret 2022, terdapat 16 pertanyaan yang diajukan calon penyedia barang dan jasa. Indra menjelaskan pada tahapan pembukaan penawaran 21 Maret 2022, dari 49 perusahaan yang mengikuti tender, hanya tiga perusahaan yang memasukkan penawaran.
 
Baca: Menengok Penampakan Kantor Pemenang Tender Gorden DPR RI di Tangerang
 
Perusahaan yang memasukkan penawaran untuk ikut tender pengadaan gorden rumah dinas anggota DPR adalah PT Sultan Sukses Mandiri dengan harga penawaran Rp 37.794.795.705, 00 atau di bawah HPS 10,33 persen, PT Panderman Jaya dengan harga penawaran Rp 42.149.350.236, 00 atau di bawah HPS 7,91 persen, dan PT Bertiga Mitra Solusi dengan harga penawaran Rp 43.577.559.594,23 atau di bawah HPS 4,78 persen.
 
"Pada tahapan evaluasi administrasi, dua surat penawaran memenuhi persyaratan sesuai dengan dokumen lelang yang telah ditetapkan, yakni PT Sultan Sukses Mandiri dan PT Bertiga Mitra Solusi dinyatakan lulus. Sementara PT Panderman Jaya dinyatakan tidak lulus," ungkap dia.
 
Indra mengatakan persyaratan kualifikasi teknis dilakukan kepada perusahaan yang telah lulus dalam evaluasi administrasi untuk dievaluasi. Evaluasi yang dilakukan dalam penelitian teknis adalah faktor-faktor yang disyaratkan dalam dokumen lelang.
 
Menurut Indra, apabila dalam evaluasi teknis hasil penilaiannya tidak memenuhi syarat, penawaran tersebut dinyatakan tidak lulus teknis dan tidak akan dievaluasi lebih lanjut serta dinyatakan gugur.
 
"Apabila hasil penilaian ternyata memenuhi syarat, maka penawaran tersebut dinyatakan lulus teknis dan berhak untuk disertakan dalam evaluasi biaya," ujar dia.
 
Setelah dilakukan klarifikasi administrasi, teknis, dan harga terhadap PT Sultan Sukses Mandiri dan PT Bertiga Mitra Solusi pada 1 April 2022, diperoleh hasil bahwa PT Sultan Sukses Mandiri dinyatakan tidak lengkap karena tidak melampirkan pengalaman 50 persen nilai dari HPS dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Sementara itu, PT Bertiga Mitra Solusi dinyatakan lengkap.
 
"Setelah dilakukan pembuktian kualifikasi pada tanggal 4 April 2022, sesuai dengan berita acara klarifikasi dokumen penawaran bahwa penyedia PT Bertiga Mitra Solusi dinyatakan lulus. Lalu, pada tanggal 5 April 2022 pukul 08.00 WIB, panitia melakukan penetapan dan pengumuman pemenang," tutur dia.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif