Anggota Komisi III DPR RI Taufik Basari. MI/Bary Fathahilah
Anggota Komisi III DPR RI Taufik Basari. MI/Bary Fathahilah

Politisi Nasdem Kecam Tindakan Polisi di Desa Wadas yang Tak Sesuai Prosedur

Adri Prima • 09 Februari 2022 16:27
Jakarta: Anggota Komisi III DPR dari Partai NasDem, Taufik Basari mengecam tindakan pengepungan dan penangkapan puluhan warga Desa Wadas, Purworejo, Jawa Tengah. Menurutnya aksi aparat cenderung represif dan tidak sejalan dengan program Presisi Polri.
 
Pasalnya, setiap upaya paksa yang dilakukan kepolisian seperti penangkapan, penyitaan, penahanan harus sesuai Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). 
 
"Semestinya polri menjaga agar warga merasa aman, tidak diliputi rasa takut akibat tekanan yang terjadi karena itu dialog dan langkah persusif yang harusnya dikedepankan," kata Taufik Basari dikutip dari Media Indonesia, Rabu, 9 Februari 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lebih lanjut Taufik Basari mendesak pihak kepolisian untuk memberikan akses bantuan hukum untuk warga. Bantuan hukum merupakan Hak Asasi Manusia dan tindakan menghalangi hak warga mendapatkan bantuan hukum merupakan pelanggaran hukum.
 
Tak hanya itu, ia meminta Komnas HAM untuk turun langsung ke Desa Wadas untuk mengumpulkan informasi dan meminta agar mabes polri membantu memfasilitasi dan mendukung kerja Komnas HAM di Desa Wadas tersebut. 
 
"Juga meminta Komnas HAM bersama Mabes Polri menjelaskan kepada publik hasil temuannya, mengingat terdapat beberapa versi informasi yang beredar di publik agar publik mendapatkan informasi yang valid, lengkap dan komprehensif. Meminta semua pihak berupaya menciptakan kondisi menjadi kembali kondusif," tukasnya. 
 
Menurut laporan, aparat gabungan TNI, Polri, dan Satpol PP berbondong awalnya datang untuk mengawal petugas melakukan pengukuran lahan untuk keperluan tambang.
 
Namun, mereka justru melakukan intimidasi dan penangkapan warga. Mereka menindak warga yang menolak pembebasan lahan seluas 124 hektare untuk dijadikan tambang batu andesit.
 
Diketahui, hasil tambang batuan beku vulkanik itu akan digunakan sebagai bahan material membangun Bendungan Bener. Namun di satu sisi, warga menolak penambangan tersebut lantaran kuatir mencemari lingkungan.
 
Pasalnya, warga Desa Wadas mengandalkan mata air dari pegunungan wilayah tersebut. Belum lagi, mayoritas warga desa berprofesi sebagai petani dan takut lahan sawahnya tercemar.
 
(PRI)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif