Ilustrasi. (Foto: MI/Galih Pradipta)
Ilustrasi. (Foto: MI/Galih Pradipta)

Isu PKI Diprediksi Muncul Kembali

Nasional komunisme pilpres 2019
25 September 2018 14:14
Jakarta: Pengamat Media Sosial Nukman Luthfie memprediksi isu PKI akan kembali muncul dalam kontestasi Pilpres 2019. Tak cuma di dunia nyata, 'kehidupan' di media sosial pun tak lepas dari penyebaran isu yang dinilai dapat menguntungkan salah satu pihak.
 
"Ketika deklarasi damai itu situasinya lumayan sejuk termasuk di media sosial. Tapi setelah selesai muncul lagi isu ini," ujarnya dalam Metro Pagi Primetime, Selasa, 25 September 2018.
 
Menurut Nukman di masa-masa pemilu seperti saat ini isu PKI menjadi yang paling ampuh dimainkan untuk memecah belah. Mayoritas dari isu yang digulirkan adalah versi liar sehingga mudah menyulut emosi masyarakat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Salah satu contoh, kata Nukman, foto seorang wanita dengan kondisi babak belur yang disebarkan melalui media sosial. Berdasarkan keterangan yang dituliskan, disebut bahwa orang tersebut adalah ustazah yang mengalami kekerasan akibat menyampaikan ceramah tentang PKI.
 
"Padahal kalau di-googling itu foto make up artis di Malaysia yang menunjukkan keahliannya tapi dicomot saja untuk dimanfaatkan. Orang yang tidak tahu kan pasti jadi marah, yang seperti ini masih banyak di media sosial," kata dia.
 
Sementara itu, Kepala Biro Multimedia DivHumas Polri Brigjen Budi Setiawan memastikan pihaknya menindaklanjuti temuan informasi yang diduga hoaks dan tak segan melakukan penindakan sesuai peraturan perundang-undangan.
 
Ia mengatakan sampai saat ini kepolisian memberi perhatian penuh termasuk penindakan terhadap masalah yang berpotensi menimbulkan konflik dan mengganggu keamanan dan ketertiban di masyarakat.
 
"Kita memproses sebanyak 2.881 kasus penyebaran informasi hoaks dan ujaran kebencian sejak 2016. 1.310 kasus di antaranya sudah selesai dan ini menjadi bukti ada perhatian dan tindakan yang kami ambil," ungkapnya.
 
Budi mengatakan penindakan yang dilakukan kepolisian selain dari laporan pengaduan masyarakat juga berasal dari patroli pemantauan tim siber. Ketika ditemukan informasi tak pantas atau dapat menimbulkan dampak negatif, akan dilakukan tindakan.
 
"Kadang ada hoaks dan kita cek ternyata main-main, ini tidak kita tindaklanjuti dan hanya diberi pembinaan. Tapi kalau setelah dikroscek benar, sengaja informasi tidak benar itu disebarkan, kita tindak tegas," jelasnya.
 

 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif