Din Syamsuddin Mengundurkan Diri
Din Syamsuddin. Foto: Medcom.id/Achmad Zulfikar Fazli.
Jakarta: Eks Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin menemui Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta. Dia menyampaikan pengunduran diri sebagai Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerja Sama Antaragama dan Peradaban.
 
Din sudah menyerahkan surat pengunduran sejak 21 September 2018. Jokowi pun menerima pengunduran diri tersebut.
 
"Alhamdulillah beliau (Jokowi) sudah membaca dan dapat memahami maksudnya," kata Din di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 25 September 2018.
 
Din mengatakan alasannya mundur untuk kebaikan dan kemaslahatan masyarakat. Apalagi, Din juga memimpin sejumlah organisasi dan gerakan yang bersifat lintas agama dan suku. Seperti ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia, ketua Dewan Nasional Pergerakan Indonesia Maju, selain itu Din juga menjadi pimpinan ranting PP Muhammadiyah.
 
Menurut dia, setiap anggota organisasi dan gerakan memiliki kecenderungan dalam memilih calon presiden dan calon wakil presiden. Karena itu, dia memilih mundur untuk menghindari anggapan keberpihakan kepada salah satu pasangan calon.
 
"Muhamadiyah punya khittah tidak terlibat di politik kekuasaan, seperti mendukung atau tidak mendukung seseorang secara formal," jelas dia.

Baca: Alasan Penunjukan Din sebagai Utusan Khusus Presiden
 
Menurut dia, Jokowi menerima pengunduran dirinya itu. Pasalnya, itu dilakukan untuk kepentingan masyarakat luas.
 
"Alhamdulillah, released. Beliau memahami (pengunduran dirinya) dan saya jelaskan ini demi kemaslahatan," ucap dia.
 
Dia mengaku belum tahu kapan Jokowi resmi mencopotnya. Yang pasti, kata dia, pencopotan itu melalui Keputusan Presiden (Keppres).
 
"Enggak tahu Keppres-nya, Keppres pemecatan atau pemberhentian dengan hormat. Tapi karena diangkat dengan Keppres, maka akan dihentikan dengan Keppres," pungkas dia.



(FZN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id