JK Mengaku Sulit jadi Capres
Wakil Presiden jusuf Kalla - Medcom.id/Dheri Agriesta.
Jakarta: Partai Demokrat terus merayu Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk maju sebagai calon presiden mendampingi Ketua Komando Tugas Bersama (Kogasma) Agus Harimurti Yudhoyono. Namun, JK mengaku sulit maju sebagai calon presiden.

"Pertama butuh 20 persen (ambang batas presiden). Saya enggak punya partai," kata JK di Hotel Ayana Midplaza, Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, Kamis, 28 Juni 2018.

Ambang batas presiden yang mencapai 20 persen menjadi salah satu syarat yang harus dipenuhi calon untuk maju sebagai peserta pilpres. JK menilai sulit memenuhi aturan itu. 


Apalagi, saat ini, mantan ketua umum Golkar itu tak lagi bergabung dengan partai politik.
Dia menyerahkan kesempatan maju kepada tokoh yang lebih muda. 

(Baca juga: Pasangan JK-AHY Bisa Terealisasi)

Selain itu, dia tetap dengan keinginannya untuk istirahat setelah purnatugas mendampingi Presiden Joko Widodo. "Saya ingin istirahat," imbuh JK.

Kabar menyandingkan JK dan Agus kembali mencuat usai pertemuan dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. Meski, kedua tokoh mengaku tak membahas politik saat pertemuan. Pertemuan itu merupakan silaturahmi dalam suasana Idulfitri.

Namun, Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Pandjaitan berkata lain. Pertemuan antara JK dan SBY, kata dia, membahas kemungkinan koalisi dalam Pilpres 2019. Pertemuan juga membahas kemungkinan menyandingkan JK dan Agus.

Hinca mengatakan skema JK dan AHY muncul dari suara kader di akar rumput. Demokrat akan membahas lebih lanjut kemungkinan ini dalam 40 hari ke depan.

(Baca juga: JK Bantah Bahas Pilpres dengan SBY)
 



(REN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id