medcom.id, Jakarta: Artis sekaligus presenter Indra Bekti tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Ia sedih lantaran tokoh yang selama ini ia kagumi, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak berbuat banyak pada pengesahan Rancangan Undang-Undang Pemilihan Kepala Daerah (RUU Pilkada). Bahkan dirinya menurunkan foto SBY dari dinding rumah dan menaruhnya di gudang.
"Pas Demokrat WO (Walk Out), saya pikir udah pasti kalah, begitu paginya saya lihat beritanya semakin kecewa. Ini gara-gara Demokrat, Demokrat itu ya pak SBY. Mohon maaf yang tadinya saya banggakan, saya malu kalau tidak pro rakyat, beberapa foto udah saya taruh di gudang" tutur Indra pada acara Bincang Pagi MetroTV, Jakarta, Minggu (28/9/2014).
Menurut dia, sebagai rakyat, dirinya mengaku dikecewakan dengan disahkannya RUU Pilkada. Ia mengatakan, esensi dari negara demokrasi adalah kekuasaan berada di tangan rakyat. "Demokrasi itu rakyat yang memberi mandat kepada pemimpinnya, rakyat yang menentukan," kesal dia.
medcom.id, Jakarta: Artis sekaligus presenter Indra Bekti tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Ia sedih lantaran tokoh yang selama ini ia kagumi, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak berbuat banyak pada pengesahan Rancangan Undang-Undang Pemilihan Kepala Daerah (RUU Pilkada). Bahkan dirinya menurunkan foto SBY dari dinding rumah dan menaruhnya di gudang.
"Pas Demokrat WO (Walk Out), saya pikir udah pasti kalah, begitu paginya saya lihat beritanya semakin kecewa. Ini gara-gara Demokrat, Demokrat itu ya pak SBY. Mohon maaf yang tadinya saya banggakan, saya malu kalau tidak pro rakyat, beberapa foto udah saya taruh di gudang" tutur Indra pada acara Bincang Pagi MetroTV, Jakarta, Minggu (28/9/2014).
Menurut dia, sebagai rakyat, dirinya mengaku dikecewakan dengan disahkannya RUU Pilkada. Ia mengatakan, esensi dari negara demokrasi adalah kekuasaan berada di tangan rakyat. "Demokrasi itu rakyat yang memberi mandat kepada pemimpinnya, rakyat yang menentukan," kesal dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(OGI)