Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Antara/Hafidz Mubarak
Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Antara/Hafidz Mubarak

Teranyar, Nama Kepala BIN dan Kapolri Diseret ke Polemik Demokrat

Nasional partai politik presiden sby politik partai demokrat tokoh politik isu politik
Anggi Tondi Martaon • 24 Februari 2021 23:27
Jakarta: Sejumlah pejabat negara disebut mendukung upaya Gerakan Pengambilalihan Kepemimpinan Partai Demokrat (GKPD) yang dilakukan oleh Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko. Teranyar, dua pejabat tinggi negara diseret ke pusaran polemik.
 
"Nama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Kabin (Kepala BIN) Jenderal (Purn) Budi Gunawan yang juga disebut-sebut namanya," kata Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam cuplikan video yang disebarkan DPP Demokrat, Rabu, 24 Februari 2021.
 
Mantan Presiden ke-6 Indonesia itu meyakini pejabat-pejabat tersebut tidak terlibat. Mereka diyakini memiliki integritas dan tidak mendukung niat buruk tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tidak masuk di akal jika ingin mengganggu Partai Demokrat," ungkap dia.
 
Sebelumnya, Moeldoko disebut berupaya mengambil alih kepemimpinan Demokrat dari tangan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Bahkan, Moeldoko mengeklaim didukung sejumlah pejabat negara.
 
Baca: SBY Keluarkan Sinyal Pemecatan bagi Kader Pengganggu AHY
 
AHY dalam konferensi pers pada 1 Februari 2021 menyebutkan, Moeldoko mengklaim didukung oleh nama Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD disebut-sebut mendukung upaya tersebut. Begitu juga dengan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkum HAM) Yasonna Laoly. 
 
Informasi ini berdasarkan keterangan sejumlah kader yang diajak bertemu oleh Moeldoko. Pertemuan terjadi di Hotel Aston, Kuningan, Jakarta, 27 Januari 2021.
 
AHY pun berkirim surat kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengklarifikasi keterkaitan sejumlah nama tersebut. Sebelum dijawab oleh Kepala Negara, s kedua menteri itu membantah tudingan tersebut.
 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif