Ketua Umum Partai Golkar dan politikus Partai Golkar Bambang Soesatyo. ANT/Nova Wahyudi.
Ketua Umum Partai Golkar dan politikus Partai Golkar Bambang Soesatyo. ANT/Nova Wahyudi.

Kubu Airlangga Sebut Pertemuan DPD I Terbuka

Nasional munas golkar
Whisnu Mardiansyah • 02 Desember 2019 15:29
Jakarta: Rencana Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengumpulkan seluruh ketua DPD I dan beberapa tokoh senior partai dikritik loyalis Bambang Soesatyo. Politikus Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia heran pertemuan itu diprotes.
 
"Saya bingung juga ini, semua apa yang dilakukan Pak Airlangga dibilang tidak fair, kemudian tidak adil, tidak demokratis, saya kira siapa pun yang ingin menjadi caketum ikuti saja aturan main yang sudah ditetapkan panitia," kata Doli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin, 2 Desember 2019.
 
Loyalis Airlangga itu menyebut pertemuan yang digelar nanti malam bersifat terbuka. Tak ada larangan bagi calon ketua umum partai berlambang beringin lain menghadiri pertemuan itu. Ia menyebut konsolidasi meraih dukungan wajar dilakukan menjelang munas.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kita juga tahu kok. Ada kandidat yang undang DPD II yang lain. Toh kita juga enggak persoalkan. Kenapa ketika Pak Airlangga mengundang DPD II dipersoalkan? Ngundang senior dipersoalkan? Gitu loh," jelas Doli.
 
Doli menegaskan, dukungan senior partai kepada salah satu calon merupakan hal biasa. Terlebih, tokoh seperti Akbar Tanjung dan Agung Laksono sudah biasa berkeliling daerah dengan Airlangga menyerap aspirasi para kader.
 
"Nah kenapa mereka boleh datang ke tempat lain kok senior ini dipersoalkan mau datang ke tempat Pak Airlangga. Yang enggak fair itu siapa," tegas Doli.
 
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto akan bertemu dengan seluruh Ketua DPD I dan beberapa tokoh senior partai malam ini. Pertemuan akan digelar di Hotel Solitaire, Serpong, Tangerang Selatan.
 
Dalam pertemuan itu Airlangga akan bertemu beberapa senior partai seperti Akbar Tanjung, Aburizal Bakrie, Agung Laksono, dan Luhut Binsar Panjaitan.
 
Pertemuan itu dikritik kubu Bambang Soesatyo. Mereka menyebut Airlangga tak fair karena memagari suara calon lainnya.
 

(DRI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif