Ilustrasi: Medcom.id
Ilustrasi: Medcom.id

Mahasiswa Diminta Kaji RKUHP

Nasional kuhp RUU KUHP demo mahasiswa rancangan kuhp Demonstrasi Mahasiswa
Yogi Bayu Aji • 27 September 2019 21:09
Jakarta: Mahasiswa diminta ikut membedah secara mendalam Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP). Hal ini diperlukan demi menentukan poin-poin RKUHP yang harus dikoreksi dan yang harus dipertahankan.
 
"Kami ingin mengajak semua teman-teman, mari kita duduk sama-sama untuk kita melakukan kajian khusus terkait dengan RKUHP," kata Koordinator Gerakan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Jakarta Abdul Hakim El di Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat, 27 September 2019.
 
Menurut dia, perlu ada kesepakatan dari mahasiswa sebelum berunjuk rasa menolak RKUHP. Hal ini agar aksi mahasiswa yang terlibat aksi memiliki pendapat dan tujuan yang sama.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kalau memang salah ayo kita gabung dan sama-sama menolaknya. Tapi, kalau memang benar mari kita gabung dan sama-sama memberikan apresiasi," jelas dia.
 
Abdul menyebut sudah tugas mahasiswa memantau setiap peraturan yang digodok DPR. "Kami mahasiswa hanya mengawal dan bila memang ada poin-poin yang perlu dikritisi maka kami kritisi untuk mengubah poin tersebut," tutur dia.
 
Gerakan BEM Jakarta menaungi 13 kampus. Kelompok ini meliputi BEM Universitas Islam Jakarta (UIJ), BEM Az-Zahra, BEM Universitas Ibnu Chaldun (UIC), BEM Tantular, hingga BEM Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia).
 
Ribuan mahasiswa menggelar aksi menolak RKUHP, Selasa, 24 September 2019. Mereka juga memprotes RUU Perubahan UU Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan karena melonggarkan hukuman bagi koruptor.
 
DPR menanggapi aspirasi mahasiswa. DPR menunda pengesahan RUU KUHP dan RUU Pemasyarakatan. Ketua DPR Bambang Soesatyo menyebut sikap itu diambil karena mendengar aspirasi masyarakat dan mahasiswa.
 
Namun, demonstrasi berlangsung hingga jelang sore. Mahasiswa dari beberapa universitas memaksa masuk ke dalam Gedung Parlemen. Kericuhan pecah saat polisi menghalau demonstran menggunakan mobil water cannon dan gas air mata.
 
Massa sempat melawan dengan melemparkan batu. Para demonstran mundur dan berpencar ke sejumlah titik di sekitar Gedung Parlemen. Menjelang malam, situasi di sekitar Gedung DPR mencekam.
 
Sekelompok massa membakar pos polisi Palmerah dan pos polisi di Jalan Gerbang Pemuda yang berada tak jauh dari Gedung DPR. Kericuhan antara demonstran dan polisi juga sempat pecah di sekitar jembatan Semanggi.
 

 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif