Gedung DPR. Foto: MI/Susanto
Gedung DPR. Foto: MI/Susanto

Anggota DPR Ingin Penjelasan Terkait Petani Kendeng

23 Maret 2017 12:53
medcom.id, Jakarta: Pimpinan Komisi IV DPR memanggil Kementerian Pertanian untuk menjelaskan dan bertanggung jawab atas persoalan Patmi. Patmi, 48, asal Kendeng, Jawa Tengah, itu tewas usai menyemen kaki di Jakarta.
 
"Ibu Patmi adalah pahlawan kita, pahlawan lingkungan yang gigih menyuarakan kelestarian alam tempat tinggalnya," ujar anggota Komisi IV DPR Akmal Pasluddin seperti dilansir Antara, Kamis 23 Maret 2017.
 
Patmi mengecor kaki di depan Istana Merdeka, minggu lalu. Dia dan sejumlah petani lain menolak pendirian dan pengoperasian pabrik semen di kawasan tempat tinggal mereka. Mereka juga hendak melindungi kawasan pegunungan Kendeng.

Setelah pertemuan pengunjuk rasa dengan pihak Kantor Staf Kepresidenan, almarhumah awalnya bersikeras melanjutkan aksi. Namun, akhirnya memutuskan berhenti dan membuka cor kaki pada malam hari.
 
Sesaat setelah membersihkan badan sekitar pukul 02.30 dini hari, ia mengeluh sakit dada, kejang-kejang, lalu muntah. Ia segera dilarikan ke RS Saint Carolus Salemba, namun ajal segera menjemputnya di tengah perjalanan atas dugaan serangan jantung, tepat pukul 02.55 dini hari.
 
"Aksi cor kaki ini bentuk keprihatinan warga yang ingin agar Presiden Jokowi segera turun tangan. Negara seharusnya hadir untuk membela kepentingan warganya dan menjaga ekosistem lingkungan. Rezim pembangunan, harusnya juga mementingkan persoalan kemanusiaan," kata politisi PKS itu.
 
Sebelumnya, Mahkamah Agung (MA) telah mengabulkan gugatan warga Kendeng untuk membatalkan izin pabrik semen itu. Putusan Peninjauan Kembali (PK) MA Nomor 99 PK/TUN/2016, melarang penambangan dan pengeboran di atas Cekungan Air Tanah (CAT) di wilayah Pegunungan Kendeng. Untuk itu, ujar Akmal, seharusnya pemerintah dapat menunda semua izin tambang di pegunungan Kendeng.
 
"Kementan harus perhatikan mitigasi ekonomi, sosial, dan lingkungan dari ribuan masyarakat yang terganggu ekonominya dengan adanya pabrik semen. Jangan sampai hanya karena kejar target pembangunan fisik, soal non-fisik menjadi terabaikan," ujatr Akmal.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MBM)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan