Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Formappi Nilai Fungsi Legislasi DPR Masih Jeblok

Nasional dpr
Muhammad Al Hasan • 22 Desember 2018 02:25
Jakarta: Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) membeberkan catatannya tentang kinerja DPR sepanjang tahun ini. Formappi menilai kinerja DPR terkait fungsi legislasi masih jauh dari harapan.
 
Direktur Eksekutif Formappi I Made Leo Wiratma menjelaskan, sepanjang tahun ini DPR memiliki lima kali masa sidang. Namun, hanya menghasilkan lima Rancangan Undang-undang (RUU) prioritas, dari target 50 RUU prioritas.
 
"Sementara selama 2014-2109, total keseluruhan DPR hanya mengesahkan 24 RUU prioritas. Rata-rata, 6 RUU per tahun," kata Made di Kantor Formappi, Jalan Matraman Raya No 32 B, Jakarta Pusat, Jum'at, 21 Desember 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


DPR agak 'tertolong' lewat capaian RUU yang bersifat kumulatif terbuka. Sepanjang empat tahun ini, tercatat ada 44 UU kumulatif terbuka disahkan. Dengan begitu, total ada 68 RUU yang disahkan DPR selama empat tahun.
 
"Dengan rincian 24 RUU Prioritas ditambah 44 RUU kumulatif tebuka," ungkap Made.
 
Formappi juga mencatat DPR doyan memperpanjang proses pembahasan terhadap RUU tertentu. Perpanjangan itu sering tanpa batasan dan minim alasan. Made menduga situasi itu menjadi penyebab capaian legislasi masih rendah.
 
"Ini dimungkinkan karena ada UU MD3 (MPR, DPR, DPRD dan DPD) pasal 99. Keputusan (perpanjangan) ini seringkali tidak disertai dengan alasan yang mendasar," ujarnya.
 
Formappi juga menilai DPR suka berkelit setiap kinerjanya dikritik. Terutama, saat disoroti soal capaian legislasi. DPR selalu berdalih mengutamakan kuantitas daripada kualitas.
 
"Padahal secara kualitas pun tidak begitu baik bisa dilihat dari banyaknya pengajuan judicial review atau uji materi selama tahun 2018," ujar Made.
 
Sementara itu Peneliti bidang Legislasi Formappi, Lucius Karus menyebut capaian DPR periode 2014-2019 ini merupakan yang terburuk sejak reformasi. Ia tidak berharap banyak di tahun mendatang.
 
"Saya mengukuhkan diri, DPR 2014-2019 dengan kinerja terburuk dengan performa terburuk sejak reformasi. Saya kira kritikan kita menjadi sia-sia ketika respon dari DPR buruk," kata Lucius.
 

(AGA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi