Warga Muhammadiyah Diminta Tak Ikut Aksi Bela Bendera HTI
Sekretaris Umum Muhammadiyah Abdul Muti--MI/Adam Dwi
Jakarta: Pimpinan Pusat Muhammadiyah meminta anggotanya tak ikut aksi bela bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Itu sesuai imbauan Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir.

"Warga Muhammadiyah hendaknya mematuhi himbauan ketua umum PP Muhammadiyah untuk tidak turun ke jalan," kata Sekretaris PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti kepada Medcom.id, Kamis, 1 November 2018. 

Jika ada anggota Muhammadiyah yang tetap ikut turun ke jalan, kata dia, itu tindakan pribadi. Mereka yang turun ke jalan tak bisa disebut mewakili Muhammadiyah secara kelembagaan. 


"Segala sesuatu yang terjadi akibat keikutsertaan dalam aksi menjadi tanggung jawab pribadi," ungkapnya. 

Muhammadiyah menghormati pilihan sejumlah elemen masyarakat yang ingin turun ke jalan terkait insiden pembakaran bendera di Garut, Jawa barat. Namun, bagi Muhammadiyah aksi unjuk rasa terkait itu tak lagi relevan lantaran kasusnya sudah ditangani pihak kepolisian.

"Sebaiknya semua elemen masyarakat menghormati proses hukum. Jika berkeberatan, sebaiknya menempuh jalur hukum dan menyelesaikan lewat pengadilan," jelasnya. 

Massa dari Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) dan unsur-unsurnya berencana kembali turun ke jalan, Jumat 2 November 2018. Aksi bakal dimulai dengan berkumpul dan salat di Masjid Istiqlal. Setelah itu, massa diajak menuju titik aksi di kawasan Patung Kuda, hingga depan Istana Negara, Jakarta.



(AZF)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id