Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: dok MI/Susanto
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: dok MI/Susanto

Pengamat: Kader Golkar Harus Gotong Royong Gerek Elektabilitas Airlangga

Anggi Tondi Martaon • 22 Januari 2022 00:50
Jakarta: Kader Partai Golkar disarankan mulai kerja kolektif mengangkat elektabilitas Airlangga Hartarto. Pasalnya, tingkat keterpilihan orang nomor satu di partai lambang pohon beringin itu masih rendah.
 
"Elektabilitas Airlangga bisa naik jika kerja-kerja kolektif kader beringin berjalan dengan baik," kata pengamat politik dari Universitas Al Azhar Ujang Komarudin melalui keterangan tertulis, Jumat, 21 Januari 2022.
 
Menurut dia, rendahnya elektabilitas Airlangga karena kerja mesin partai belum jalan. Kader disebut masih mementingkan nasib sendiri, yaitu bagaimana bisa lolos sebagai anggota dewan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Orang-orang Golkar masih berpikir nasib sendiri saja di pileg. Urusan Airlangga urusan sendiri lah, kira-kira begitu. Ini yang membuat elektabilitas Airlangga nggak terkatrol, nggak naik," ungkap Ujang.
 
Sementara itu, pengamat politik dari Universitas Esa Unggul Jamiludin Ritonga menilai Airlangga dianggap sosok yang kurang populer. Meski, dia memiliki jabatan penting di pemerintahan.
 
Tak hanya itu, elektabilitas Airlangga juga masih melempem. Padahal, sosialisasi dilakukan secara besar-besaran melalui baliho. Bahkan, dana branding lewat billboard senilai Rp243,15 miliar terbukti tak mendongkrak elektabilitas.
 
"Logikanya dengan jabatan seabreg, seharusnya elektabilitasnya sudah meroket," kata Jamil.
 
Baca:  Pengamat: Mesin Partai Bergerak, Elektabilitas Airlangga akan Terkerek
 
Dia menilai Golkar kehilangan momentum memenangkan Pemilu 2024 jika tetap memaksakan Airlangga sebagai capres. Partai peraih suara terbanyak kedua kursi parlemen pada Pemilu 2019 itu disarankan mencari sosok lain di internal untuk bisa ditawarkan ke publik sebagai Capres.
 
Menurut dia, survei bisa dilakukan internal. Sehingga, terlihat siapa sosok yang dianggap mampu membawa Golkar memenangkan Pileg dan Pilpres 2024. 
 
"Survei harus diberikan kepada lembaga profesional yang tidak berpihak kepada Airlangga. Menurut saya, itu cara yang paling elegan untuk konflik-konflik internal," ujar dia. 
 
Sebelumnya, Inisiator GMPG Sirojuddin Abas menyebut anggaran billboard Airlangga tembus Rp243,15 miliar sepanjang Juli-Desember 2021. Tapi elektabilitas Airlangga hanya 0,8 persen berdasarkan data Voxpol Center dan 0,2 persen berdasarkan data Indikator Politik Indonesia.
 
"Ini seharusnya disadari oleh seluruh kader partai Golkar bahwa mesin mogok tidak dapat didorong oleh billboard. Sekali masyarakat mengatakan tidak, maka sungguh bodoh jika kita paksakan," kata Sirojuddin.
 
(NUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif