Jakarta: PDIP anggap wajar isu merapatnya Partai Amanat Nasional (PAN) ke koalisi pemerintah. PDIP tak masalah PAN hanya sekadar memberikan dukungan.
"Untuk memberikan dukungan ke pada pemerintah ya sah-sah saja," kata Sekretaris fraksi PDIP Andreas Hugo Pareira kepada Medcom.id, Minggu, 8 Maret 2020.
Anggota Komisi X DPR itu menyebutkan bukan isu baru merapatnya PAN ke pemerintah. Partai berlambang matahari terbit itu sempat bergabung dengan koalisi pemerintahan Jokowi-JK sebelum berpisah di Pilpres 2029 lalu.
"Apakah masih relevan ya, tapi kalau untuk mendukung pemerintah tidak apa-apa," ungkap dia.
Keputusan merapatnya PAN ada di wewenang partai koalisi pendukung pemerintah saat ini. Sejauh ini kata Andreas belum ada pembicaraan mengevaluasi anggota koalisi.
"Tak ada. Belum ada pembicaraan soal itu (pembahasan koalisi)," ujar dia.
Baca: PAN Belum Bisa Disimpulkan Gabung Koalisi Jokowi
Andreas menyebutkan, saat ini masing-masing partai fokus mengahadapi agenda politik terdekat. Di antaranya persiapan menyambut Pilkada 2020.
"Kalau bicara soal itu (PAN bergaung koalisi) sebenarnya sudah tidak baru juga seh," ujar dia.
Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima kunjungan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan di Istana Merdeka, Jumat, 6 Maret 2020. Pembicaraan yang berlangsung tertutup itu langkah politik awal yang dilakukan oleh Zulkifli usai terpilih kembali sebagai orang nomor satu di partai lambang matahari terbit tersebut.
Jakarta: PDIP anggap wajar isu merapatnya Partai Amanat Nasional (PAN) ke koalisi pemerintah. PDIP tak masalah PAN hanya sekadar memberikan dukungan.
"Untuk memberikan dukungan ke pada pemerintah ya sah-sah saja," kata Sekretaris fraksi PDIP Andreas Hugo Pareira kepada
Medcom.id, Minggu, 8 Maret 2020.
Anggota Komisi X DPR itu menyebutkan bukan isu baru merapatnya PAN ke pemerintah. Partai berlambang matahari terbit itu sempat bergabung dengan koalisi pemerintahan Jokowi-JK sebelum berpisah di Pilpres 2029 lalu.
"Apakah masih relevan ya, tapi kalau untuk mendukung pemerintah tidak apa-apa," ungkap dia.
Keputusan merapatnya PAN ada di wewenang partai koalisi pendukung pemerintah saat ini. Sejauh ini kata Andreas belum ada pembicaraan mengevaluasi anggota koalisi.
"Tak ada. Belum ada pembicaraan soal itu (pembahasan koalisi)," ujar dia.
Baca:
PAN Belum Bisa Disimpulkan Gabung Koalisi Jokowi
Andreas menyebutkan, saat ini masing-masing partai fokus mengahadapi agenda politik terdekat. Di antaranya persiapan menyambut Pilkada 2020.
"Kalau bicara soal itu (PAN bergaung koalisi) sebenarnya sudah tidak baru juga seh," ujar dia.
Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima kunjungan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan di Istana Merdeka, Jumat, 6 Maret 2020. Pembicaraan yang berlangsung tertutup itu langkah politik awal yang dilakukan oleh Zulkifli usai terpilih kembali sebagai orang nomor satu di partai lambang matahari terbit tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(WHS)