Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat. Medcom.id.
Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat. Medcom.id.

Materi Sosialisasi Ideologi Pancasila Harus Mudah Dipahami

Nasional gbhn RUU Haluan Ideologi Pancasila
Anggi Tondi Martaon • 11 Agustus 2020 21:03
Jakarta: Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat (Rerie) meminta penyesuaian sosialisasi Pancasila. Sebab, penyampaian materi kurang dipahami oleh peserta.
 
"Selama ini penyampaian materi dalam proses pembinaan ideologi Pancasila hanya bersifat satu arah, akibatnya peserta hanya menghafal tanpa memahami maknanya," kata Rerie dalam keterangan tertulis saat dalam Diskusi Kelompok Terpimpin Penyusunan Draf Awal Modul Standarisasi Materi dan Bahan Ajar Metode Pembinaan Ideologi Pancasila Bagi Pejabat Negara, Selasa, 11 Agustus 2020.
 
Hadir juga sebagai narasumber dalam diskusi tersebut antara lain, Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung, Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar, Walikota Bekasi Rahmat Effendi, Tenaga Profesional bidang Politik dan Ideologi Lemhanas Kisnu Haryo dan sejumlah pejabat di lingkungan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Politikus NasDem itu mengusulkan penyampaian materi pembinaan ideologi Pancasila lebih interaktif. Setidaknya ada tahapan dialog, diskusi hingga kontemplasi atas materi-materi yang disampaikan.
 
"Dengan aktif dalam proses pemahaman ideologi Pancasila, diharapkan peserta tidak terjebak dalam pemahaman satu arah yang hasilnya hanya sekadar hafal tanpa memahami materi yang disampaikan," kata dia.
 
Baca: Semangat Pembahasan RUU PKS Terkendala Waktu
 
Dia menyampaikan pengalamannya saat menyosialisasikan empat konsensus kebangsaan, dengan menerapkan konsep U Theory karya Otto Scharmer. Penerapan konsep tersebut bisa dieksplorasi lebih lanjut oleh peserta.
 
Dia berharap BPIP mampu memperbaiki kekurangan sosialisasi Pancasila. Sehingga mudah dipahami dan diaplikasikan oleh masyarakat luas.
 
Rerie meminta upaya pembinaan ideologi Pancasila dilakukan lebih luas. Sebab, semakin banyak masyarakat kurang memahami Pancasila. Contoh, kelompok yang mendahulukan kepentingan pribadi daripada kepentingan umum.
 
"Bila nilai Pancasila yang mendahulukan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi dipahami dengan benar oleh masyarakat, tentunya di masa pandemi ini tidak akan terjadi orang abai memakai masker," ujar dia.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif