medcom.id, Jakarta: Polisi memastikan ledakan di toilet kantin karyawan di lantai LG Mall Alam Sutera, Pinang, Kota Tangerang, berasal dari bom. Polisi masih mengejar pelaku pengeboman. Pengejaran dilakukan ke daerah Serang, Banten.
"Polda Metro Jaya bekerja sama dengan Densus 88 mengejar pelaku pemboman ke Serang, Banten," kata Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti melalui pesan singkat, Rabu (28/10/2015).
Krishna belum mau membeberkan identitas orang tersebut. Pelaku diduga orang yang sama yang mengebom toilet mal itu, Juli lalu. "Dari hasil analisa kami pelakunya sama," kata Krishna.
Kesimpulan sementara itu muncul lantaran ada benang merah di antara dua kejadian. Salah satu analisanya adalah modus. "Mereka memilih lokasi yang sama untuk meletakkan bom," beber Krishna.
Untuk memperjelas kejadian, penyidik sudah memeriksa kamera CCTV di kantin. Namun, Krishna belum bisa menjelaskan siapa pelaku tersebut. "Kami belum bisa sampaikan detailnya. Nanti kami buka semua setelah terungkap. Sementara ini baru itu yang bisa kami sampaikan," jelas Krishna.
Sementara itu, tim Inafis Mabes Polri, Puslabfor Polri, dan tim Gegana Mabes Polri masih mengolah tempat kejadian perkara . Lokasi kejadian juga masih dipagari oleh garis polisi.
Ledakan di toilet Mall Alam Sutera terjadi sekitar pukul 12.05 WIB. Ledakan menyebabkan kerusakan pada lantai toilet. Operasional pusat perbelanjaan itu tak dihentikan.
Ledakan membuat Fian terluka di bagian kaki sebelah kiri. Fian karyawan Kantin Borneo. Dia mengalami luka bakar dan terkena serpihan. Saat ini korban dirujuk ke Rumah Sakit Omni.
Ledakan di Mall Alam Sutera merupakan kejadian kali kedua. Pada 9 Juli lalu, mal yang berada di Kelurahan Panunggangan, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Banten, itu juga diguncang ledakan.
Ledakan menghancurkan dua ruang toilet pria di lantai ground sudut barat, tak jauh dari kafe Gula Merah. Petugas menemukan beberapa helai kabel dan baterai. Barang bukti itu diamankan untuk penyelidikan di Puslabfor Mabes Polri.
medcom.id, Jakarta: Polisi memastikan ledakan di toilet kantin karyawan di lantai LG Mall Alam Sutera, Pinang, Kota Tangerang, berasal dari bom. Polisi masih mengejar pelaku pengeboman. Pengejaran dilakukan ke daerah Serang, Banten.
"Polda Metro Jaya bekerja sama dengan Densus 88 mengejar pelaku pemboman ke Serang, Banten," kata Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti melalui pesan singkat, Rabu (28/10/2015).
Krishna belum mau membeberkan identitas orang tersebut. Pelaku diduga orang yang sama yang mengebom toilet mal itu, Juli lalu. "Dari hasil analisa kami pelakunya sama," kata Krishna.
Kesimpulan sementara itu muncul lantaran ada benang merah di antara dua kejadian. Salah satu analisanya adalah modus. "Mereka memilih lokasi yang sama untuk meletakkan bom," beber Krishna.
Untuk memperjelas kejadian, penyidik sudah memeriksa kamera CCTV di kantin. Namun, Krishna belum bisa menjelaskan siapa pelaku tersebut. "Kami belum bisa sampaikan detailnya. Nanti kami buka semua setelah terungkap. Sementara ini baru itu yang bisa kami sampaikan," jelas Krishna.
Sementara itu, tim Inafis Mabes Polri, Puslabfor Polri, dan tim Gegana Mabes Polri masih mengolah tempat kejadian perkara . Lokasi kejadian juga masih dipagari oleh garis polisi.
Ledakan di toilet Mall Alam Sutera terjadi sekitar pukul 12.05 WIB. Ledakan menyebabkan kerusakan pada lantai toilet. Operasional pusat perbelanjaan itu tak dihentikan.
Ledakan membuat Fian terluka di bagian kaki sebelah kiri. Fian karyawan Kantin Borneo. Dia mengalami luka bakar dan terkena serpihan. Saat ini korban dirujuk ke Rumah Sakit Omni.
Ledakan di Mall Alam Sutera merupakan kejadian kali kedua. Pada 9 Juli lalu, mal yang berada di Kelurahan Panunggangan, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Banten, itu juga diguncang ledakan.
Ledakan menghancurkan dua ruang toilet pria di lantai ground sudut barat, tak jauh dari kafe Gula Merah. Petugas menemukan beberapa helai kabel dan baterai. Barang bukti itu diamankan untuk penyelidikan di Puslabfor Mabes Polri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FZN)