Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Foto: dok. Setwapres
Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Foto: dok. Setwapres

Wapres Soroti Penyebab Pendidikan Kejuruan Tidak Sinkron dengan Industri

Antara • 23 Maret 2022 16:13
Jakarta: Wakil Presiden, Ma'ruf Amin, mengatakan terciptanya sumber daya manusia unggul dari lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) harus menjadi perhatian bersama. Menurutnya, Ada beberapa persoalan mendasar dalam pendidikan kejuruan.
 
Antara lain, daya serap industri yang tidak sesuai dengan jumlah lulusan SMK. Begitu juga dengan kurikulum yang tidak sejalandengan kebutuhan industri.
 
"Selain itu ada daerah yang belum memiliki peta industri sehingga program keahlian sekolah menengah kejuruan (SMK) belum sesuai dengan kebutuhan, serta penyediaan sarana dan prasarana yang digunakan di laboratorium dan bengkel pelatihan tidak sesuai dengan kebutuhan industri saat ini," papar Ma''ruf pada Pelatihan Vokasi Untuk Indonesia Maju di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) di Bandung, Jawa Barat, dilansir Antara, Rabu, 23 Maret 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Bukan Sekadar Lulus, Sertifikasi Khusus Penting untuk Kejar Karier
 
Pada kesempatan yang sama, Ma'ruf meminta Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) keberadaan balai latihan kerja (BLK) perlu terus diperluas dengan membangun satu provinsi satu unit pelaksana teknis pusat (UPTP). Sehingga, pembinaan dan pelatihan berjenjang dapat dilakukan ke UPT daerah dan BLK komunitas binaannya.
 
Wapres mengatakan saat ini baru terdapat 21 BLK UPTP yang tersebar di 16 provinsi. "Perlu didorong sinergi Kemenaker dengan pemda termasuk dunia usaha dan dunia industri untuk mendukung realisasi BLK UPTP, baik dari sisi kuantitas dan juga kualitasnya," kata Ma'ruf.
 
Wapres berharap BLK UPTP yang mulai bertransformasi menjadi Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) dapat hadir di seluruh provinsi di Indonesia. Sehingga tenaga kerja Indonesia bukan hanya mampu bekerja di perusahaan, tetapi juga bisa membangun usaha sendiri dengan pelatihan yang diperoleh.
 
"Program pelatihan sangat penting bagi masyarakat yang akan terjun ke dunia kerja maupun mereka yang ingin membangun usaha secara mandiri," jelas Maruf.
 
 
(DEV)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif