Anggota Komisi III Arsul Sani. Medcom.id/Zakaria Habib
Anggota Komisi III Arsul Sani. Medcom.id/Zakaria Habib

Penggunaan Ganja Medis Cukup Merelaksasi Pasal 8 Ayat UU Narkotika

Anggi Tondi Martaon • 29 Juni 2022 12:53
Jakarta: Anggota Komisi III Arsul Sani menyampaikan penggunaan ganja medis cukup merelaksasi Pasal 8 ayat 1 Undang-Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Dikutip dari Badan Narkotika Nasional (BNN), ganja masuk kategori narkotika golongan I.
 
"Nah sebetulnya kalau yang diperlukan dalam UU Narkotika itu relaksasinya dalam bentuk perubahan dari Pasal 8 ayat 1 UU Narkotika sekarang," kata Arsul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 29 Juni 2022.
 
Wakil Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu menyebut penggunaan narkotika jenis I dilarang. Termasuk untuk medis.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Di dalam Pasal 8 ayat 1 (UU Narkotika) itu dikatakan bahwa narkotika golongan I dilarang untuk kepentingan pelayanan kesehatan," ujar dia. 
 
Wakil Ketua MPR itu menyebut dibutuhkan kajian mendalam jika ingin menggunakan ganja untuk medis. Pengubahan tidak dapat dilakukan hanya berdasarkan desakan. 
 
Komisi III bakal mendengarkan pendapat dari para ahli medis terkait pertimbangan tersebut. Pendapat yang disampaikan para ahli berbasis penelitian. 
 
"Maka yang diperlukan perubahan seperti ini, bahwa narkotika golongan I dapat digunakan untuk pelayanan kesehatan atau pengobatan dengan syarat-syarat yang ketat sebagaimana ditentukan di dalam peraturan," ungkap dia.
 

Baca: Legislator: Pro Kontra Legalisasi Ganja Harus Disikapi Hati-hati


Tidak hanya relaksasi, pembuat perundang-undangan harus mengatur penggunaan secara detail. Hal itu akan diatur secara detail oleh kementerian teknis terkait. 
 
"Apakah nanti di dalam peraturan pemerintah (PP), peraturan presiden (perpres), atau peraturan menteri kesehatan (permenkes)," sebut dia.
 
Namun, Arsul menegaskan upaya relaksasi ini hanya untuk kebutuhan medis. Bukan untuk penggunaan biasa. 
 
"Jadi tidak ada cerita tentang canabist for leisure. Tidak ada itu. Ini semata-mata demi untuk medis dan itu pun ada syarat-syarat yang ketat supaya tidak ada penyalahgunaan nantinya," ujar dia.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif