Presiden Joko Widodo/Biro Pers Sekretariat Presiden.
Presiden Joko Widodo/Biro Pers Sekretariat Presiden.

Jokowi ke Penerima BLT: Jangan Dibelikan Pulsa!

Nasional Jokowi minyak goreng Bantuan Langsung Tunai Bantuan Sosial Tunai
Andhika Prasetyo • 25 April 2022 20:19
Jakarta: Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan agar bantuan langsung tunai (BLT) minyak goreng digunakan dengan baik. BLT tak boleh dibelikan untuk kepentingan pribadi seperti membeli pulsa.
 
"Tolong disampaikan kepada penerima bahwa BLT ini digunakan sesuai yang telah diarahkan baik untuk membeli minyak goreng maupun sembako. Jangan dipakai untuk beli pulsa," kata Jokowi saat meninjau penyaluran BLT minyak goreng di Pos Bloc, Jakarta, Senin, 25 April 2022.
 
Di sisi lain, Kepala Negara menyambut baik penyaluran BLT minyak goreng yang dilakukan PT Pos Indonesia. Sebab, hanya dalam 10 hari, perseroan itu mampu mendistribusikan bantuan kepada 17,4 juta penerima atau 95,7 persen dari total target 18,3 juta penerima.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Iya bagus. Berarti udah hampir semuanya. Sisanya segera diselesaikan," ujar Jokowi
 
Sementara itu, Direktur Utama Pos Indonesia Faizal Rochmad Djoemadi membeberkan strategi yang membuat penyaluran berjalan cepat. Salah satunya, memanfaatkan teknologi informasi yang dipadukan dengan Data Terpadu Kesejehteraan Sosial milik Kementerian Sosial di mana perseroan hanya memerlukan KTP penerima untuk verifikasi penyaluran.
 
Baca: 17,2 Juta Orang Sudah Terima BLT Minyak Goreng
 
"Penerima bantuan hanya perlu datang membawa KTP ke kantor pos. Pada proses teknologinya, data itu akan naik ke sistem dan status di database akan langsung berubah menjadi terbayar. Sistem ini juga realtime sehingga kita tahu sudah berapa banyak yang tersalur," kata Faizal.
 
Dia mengakui penyaluran BLT minyak goreng penuh dengan tantangan karena Pos Indonesia sebagai penyalur hanya diberikan waktu dua pekan. Namun, itu bisa diatasi dengan kolaborasi bersama seluruh kementerian/lembaga terkait.
 
"Kami juga memperbanyak titik penyaluran, menambah tenaga juru bayar, dan memperpanjang jam pelayanan," kata dia.
 
Dia optimistis dengan sisa waktu yang ada target penyaluran kepada 18,3 juta orang bisa selesai sebelum lebaran.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif