medcom.id, Jakarta: Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) menetapkan Mayjen TNI (Purn) Haris Sudarno sebagai Ketua PKPI periode lima tahun mendatang. Haris terpilih secara aklamasi dalam KLB yang digelar di Hotel Grand Cempaka, Jakarta, pada Rabu 24 Agustus 2016.
Terpilihnya Bekas Pangdam Brawijaya ini tak lepas dari manuver Samuel Samson yang mampu merangkul semua elemen tokoh yang sebelumnya menyatakan akan ikut bertarung dalam KLB. Samuel pun akhirnya ditetapkan sebagai Sekjen PKPI.
Satu hari sebelum pelaksanaan KLB, empat calon Ketua Umum: Samuel Samson, Mutia Hatta, Sri Edi Swasono, dan Yusup Karta Negara, menyatakan kesiapannya maju sebagai kandidat ketua umum PKPI. Namun, karena KLB berubah menjadi penyatuan semua unsur dan tokoh dari berbagai kubu, semua calon sepakat mendukung pasangan Haris Sudarno dan Samuel Samson sebagai penjaga gawang PKPI.
Ketua Umum PKPI terpilih, Haris Sudarno meminta kader PKPI tetap solid dan tidak terpengaruh pihak mana pun, demi kemajuan partai di masa depan. Haris mengingatkan, kedaulatan PKPI berada di tangan kader dan anggota Partai.
"KLB ini juga tindak lanjut dari surat dari Kementerian Hukum dan HAM agar menghasilkan kepimimpinan yang solid dan pengurus baru mampu merangkul serta memperbaiki kecacatan PKPI di seluruh Indonesia," katanya, Minggu (28/8/2016).
Soal dualisme kepemimpinan di PKPI, Haris mengklaim hanya PKPI di bawah kepemimpinnya yang sah. Meski demikian, dia berjanji tetap merangkul pihak yang berseberangan dan siap menarik simpati publik di Pemilu 2019 yang akan datang.
Sekjen PKPI Samuel Samson menegaskan PKPI kini di bawah komando Ketua Umum Haris Sudarno, sesuai dengan AD/ART partai dan aspirasi para pengurus partai di berbagai tingkatan baik provinsi maupun kabupaten dan kota.
"Terjadinya KLB karena DPN merespons semua aspirasi dari 27 provinsi. Mereka menilai kepemimpinan sebelumnya tidak mampu merespons aspirasi anggota secara cepat. Sehingga aspirasi dari daerah untuk memberhentikan Ketua Umum Isran Noor terus bergulir dan menjadi bola liar, maka dari itu kami langsung merespons dengan baik," kata Samuel.
Menurutnya, setelah Isran Noor diberhentikan pada 29 Juli, para pimpinan Provinsi sepakat harus ada pergantian dan mencatat Haris Sudarno jadi Plt sampai ada pergantian baru, maka diadakanlah KLB.
"KLB ini merespons jajaran partai seluruh nasional yang menilai Ketua Umum Isran Noor membuat perpecahan dikubu partai dan tidak sesuai AD/ART," jelasnya.
Samuel juga menegaskan, KLB muncul karena Kader PKPI ingin menyelamatkan partai. Sebab PKPI merupakan aset bangsa. Dengan tetap menjunjung tinggi supremasi hukum dan UUD 1945.
"Secara hukum kita juga sudah sah, karena tecatat di Kemenkumham (Kementerian Hukum dan HAM)," tegasnya.
Sebelumnya, seperti dikutip Antara, Kongres Luar Biasa PKPI yang digelar di Hotel Millenium, Jakarta, dan dihadiri utusan 33 provinsi dan 498 kabupaten/kota pada Sabtu 28 Agustus, Jenderal TNI (Purn) A.M. Hendropriyono, terpilih secara aklamasi sebagai ketua umum PKPI.
Dalam pidato politiknya, Hendropriyono menyatakan kesiapannya mengemban amanah memimpin PKPI.
"Sebagai prajurit Saptamarga, karena perkembangan keadaan strategis global dan nasional yang memprihatinkan sekarang, dengan ini saya menyatakan siap untuk melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya," kata Hendropriyono.
Hendropriyono menyatakan akan membangun PKPI dengan terus melahirkan kader-kader kompeten yang dapat berkontribusi bagi tanah air.
"Saya akan menempatkan tokoh-tokoh senior sebagai penasihat dan menggerakkan tokoh muda sebagai pengurus dari tingkat nasional hingga desa, serta melibatkan organisasi masyarakat untuk mencapai visi dan misi partai," kata mantan kepala BIN itu.
medcom.id, Jakarta: Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) menetapkan Mayjen TNI (Purn) Haris Sudarno sebagai Ketua PKPI periode lima tahun mendatang. Haris terpilih secara aklamasi dalam KLB yang digelar di Hotel Grand Cempaka, Jakarta, pada Rabu 24 Agustus 2016.
Terpilihnya Bekas Pangdam Brawijaya ini tak lepas dari manuver Samuel Samson yang mampu merangkul semua elemen tokoh yang sebelumnya menyatakan akan ikut bertarung dalam KLB. Samuel pun akhirnya ditetapkan sebagai Sekjen PKPI.
Satu hari sebelum pelaksanaan KLB, empat calon Ketua Umum: Samuel Samson, Mutia Hatta, Sri Edi Swasono, dan Yusup Karta Negara, menyatakan kesiapannya maju sebagai kandidat ketua umum PKPI. Namun, karena KLB berubah menjadi penyatuan semua unsur dan tokoh dari berbagai kubu, semua calon sepakat mendukung pasangan Haris Sudarno dan Samuel Samson sebagai penjaga gawang PKPI.
Ketua Umum PKPI terpilih, Haris Sudarno meminta kader PKPI tetap solid dan tidak terpengaruh pihak mana pun, demi kemajuan partai di masa depan. Haris mengingatkan, kedaulatan PKPI berada di tangan kader dan anggota Partai.
"KLB ini juga tindak lanjut dari surat dari Kementerian Hukum dan HAM agar menghasilkan kepimimpinan yang solid dan pengurus baru mampu merangkul serta memperbaiki kecacatan PKPI di seluruh Indonesia," katanya, Minggu (28/8/2016).
Soal dualisme kepemimpinan di PKPI, Haris mengklaim hanya PKPI di bawah kepemimpinnya yang sah. Meski demikian, dia berjanji tetap merangkul pihak yang berseberangan dan siap menarik simpati publik di Pemilu 2019 yang akan datang.
Sekjen PKPI Samuel Samson menegaskan PKPI kini di bawah komando Ketua Umum Haris Sudarno, sesuai dengan AD/ART partai dan aspirasi para pengurus partai di berbagai tingkatan baik provinsi maupun kabupaten dan kota.
"Terjadinya KLB karena DPN merespons semua aspirasi dari 27 provinsi. Mereka menilai kepemimpinan sebelumnya tidak mampu merespons aspirasi anggota secara cepat. Sehingga aspirasi dari daerah untuk memberhentikan Ketua Umum Isran Noor terus bergulir dan menjadi bola liar, maka dari itu kami langsung merespons dengan baik," kata Samuel.
Menurutnya, setelah Isran Noor diberhentikan pada 29 Juli, para pimpinan Provinsi sepakat harus ada pergantian dan mencatat Haris Sudarno jadi Plt sampai ada pergantian baru, maka diadakanlah KLB.
"KLB ini merespons jajaran partai seluruh nasional yang menilai Ketua Umum Isran Noor membuat perpecahan dikubu partai dan tidak sesuai AD/ART," jelasnya.
Samuel juga menegaskan, KLB muncul karena Kader PKPI ingin menyelamatkan partai. Sebab PKPI merupakan aset bangsa. Dengan tetap menjunjung tinggi supremasi hukum dan UUD 1945.
"Secara hukum kita juga sudah sah, karena tecatat di Kemenkumham (Kementerian Hukum dan HAM)," tegasnya.
Sebelumnya, seperti dikutip
Antara, Kongres Luar Biasa PKPI yang digelar di Hotel Millenium, Jakarta, dan dihadiri utusan 33 provinsi dan 498 kabupaten/kota pada Sabtu 28 Agustus, Jenderal TNI (Purn) A.M. Hendropriyono, terpilih secara aklamasi sebagai ketua umum PKPI.
Dalam pidato politiknya, Hendropriyono menyatakan kesiapannya mengemban amanah memimpin PKPI.
"Sebagai prajurit Saptamarga, karena perkembangan keadaan strategis global dan nasional yang memprihatinkan sekarang, dengan ini saya menyatakan siap untuk melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya," kata Hendropriyono.
Hendropriyono menyatakan akan membangun PKPI dengan terus melahirkan kader-kader kompeten yang dapat berkontribusi bagi tanah air.
"Saya akan menempatkan tokoh-tokoh senior sebagai penasihat dan menggerakkan tokoh muda sebagai pengurus dari tingkat nasional hingga desa, serta melibatkan organisasi masyarakat untuk mencapai visi dan misi partai," kata mantan kepala BIN itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UWA)