medcom.id, Jakarta: Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta dukungan pemerintah Jokowi-JK atas Perppu Pilkada langsung yang diterbitkan SBY di akhir masa jabatannya sebagai Presiden RI. Perppu Pilkada kembali mencuat terkait penolakan Partai Golkar atas Perppu Pilkada langsung saat Munas Golkar di Bali beberapa waktu lalu.
"Permasalahan Perppu pilkada langsung. Kebetulan kami punya posisi yang sama. Semoga bisa diterima DPR," tegas SBY di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (8/12/2014).
Menurut SBY, dirinya dan Jokowi memiliki kesamaan persepsi soal demokrasi. Kesesuaian itu tentu diimplementasikan melalui dukungan pemerintah dengan meloloskan Perppu Pilkada langsung di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
"100 persen sesuai (dengan Pak Jokowi). Mudah-mudahan baguslah untuk ke depannya," tambahnya.
Sebelumnya, SBY melalui akun Twitternya @SBYudhoyono secara terbuka kecewa dengan langkah Partai Golkar yang secara tiba-tiba melanggar perjanjian dengan mendukung pilkada tidak langsung. Selain menyebut Partai Golkar mengingkari kesepakatan, SBY juga mengaku tidak dapat bekerja sama dengan pihak-pihak yang tidak konsisten, ingkar kesepakatan, dan meninggalkan komitmen begitu saja.
"Bagi saya, politik juga tentang kebenaran. Politik akan indah jika para pelakunya sungguh memegang etika & juga bisa dipercaya. *SBY*," cuit SBY dalam akun Twitternya, Kamis 4 Desember.
medcom.id, Jakarta: Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta dukungan pemerintah Jokowi-JK atas Perppu Pilkada langsung yang diterbitkan SBY di akhir masa jabatannya sebagai Presiden RI. Perppu Pilkada kembali mencuat terkait penolakan Partai Golkar atas Perppu Pilkada langsung saat Munas Golkar di Bali beberapa waktu lalu.
"Permasalahan Perppu pilkada langsung. Kebetulan kami punya posisi yang sama. Semoga bisa diterima DPR," tegas SBY di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (8/12/2014).
Menurut SBY, dirinya dan Jokowi memiliki kesamaan persepsi soal demokrasi. Kesesuaian itu tentu diimplementasikan melalui dukungan pemerintah dengan meloloskan Perppu Pilkada langsung di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
"100 persen sesuai (dengan Pak Jokowi). Mudah-mudahan baguslah untuk ke depannya," tambahnya.
Sebelumnya, SBY melalui akun Twitternya @SBYudhoyono secara terbuka kecewa dengan langkah Partai Golkar yang secara tiba-tiba melanggar perjanjian dengan mendukung pilkada tidak langsung. Selain menyebut Partai Golkar mengingkari kesepakatan, SBY juga mengaku tidak dapat bekerja sama dengan pihak-pihak yang tidak konsisten, ingkar kesepakatan, dan meninggalkan komitmen begitu saja.
"Bagi saya, politik juga tentang kebenaran. Politik akan indah jika para pelakunya sungguh memegang etika & juga bisa dipercaya. *SBY*," cuit SBY dalam akun Twitternya, Kamis 4 Desember.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(LOV)