Suasana sidang sengketa Pemilihan Kepal Daerah Tegal di Mahkamah Konstitusi. Foto: Medcom.id/Nur Azizah.
Suasana sidang sengketa Pemilihan Kepal Daerah Tegal di Mahkamah Konstitusi. Foto: Medcom.id/Nur Azizah.

MK tak Temukan Pelanggaran di Pilwalkot Tegal

Nasional pilkada 2018
Nur Azizah • 17 September 2018 13:11
Jakarta: Mahakam Konstitusi (MK) menyatakan dugaan politik uang dalam pemilihan wali kota Tegal dalam Pilkada 2018 tidak terbukti. Tuduhan itu dilayangkan pasangan calon wali kota Habib Ali Zaenal Abidin-Tanty Prasetyoningrum selaku pihak penggugat.
 
Ali-Tanti mengklaim telah terjadi kecurangan dalam proses pemilihan hingga membuat selisih suara tipis dengan pasangan Dedy Yon Supriyono-Muhammad Jumadi.
 
Namun, MK memutuskan tuduhan tersebut tidak terbukti. Selain itu, Bawaslu juga tidak mengeluarkan rekomendasi apapun atas dugaan tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Pemohon tidak bisa menjelaskan dengan jelas, kapan, oleh siapa, dan bagaimana hal itu terjadi. Mahkamah tidak mendapatkan bukti politik uang sehingga dalil itu tidak beralasan menurut hukum,” kata Hakim Aswanto di ruang sidang MK, Jakarta, Senin 17 September 2018.
 
Baca: Partisipasi Suara di Tegal Meningkat
 
MK juga menolak gugatan pemohon terkait dugaan kecurangan di sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) hingga perolehan kotak suara kosong. Menurut hakim, tidak ada kecurangan di sejumlah TPS yang disebutkan pemohon.
 
"Mengadili, menolak permohonan pihak pemohon untuk seluruhnya,” ujar Ketua MK Anwar Usman saat membacakan amar putusan di ruang sidang MK.
 
Dengan begitu, hasil Pilwalkot Tegal tetap dimenangkan pasangan calon nomor urut tiga Dedy Yon Supriyono-Muhammad Jumadi dengan perolehan 38.091 suara. Jumlah itu selisih tipis dengan pasangan Habib-Tanty dengan 37.770 suara.
 

(FZN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif