Mahfud MD Sebut tak ada Tempat Bagi HTI
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD. Foto: MI/Rommy Pujianto
Jakarta: Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menegaskan pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) langkah tepat menjaga kedaulatan negara. Menurutnya, tidak ada tempat bagi HTI untuk mendirikan sistem khilafah.

"Kalau saya, HTI tidak bisa kompromi, dia konsepnya lain, kita lawan secara politik," ujar Mahfud ditemui usai diskusi Para Syndicate, Jakarta Selatan, Kamis, 19 April 2018. 

Upaya HTI dianggap tak masuk akal mengganti posisi Pancasila dari ideologi negara. Mahfud bahkan menantang simpatisan HTI untuk berdebat mengenai penerapan Pancasila.


Dia menilai penerapan Pancasila lebih ideal ketimbang konsep Khilafah di negara kepulauan terbesar di dunia ini.  

"Mereka menolak demokrasi, karena demokrasi itu katanya thagut, thagut itu raja iblis. Itu ancaman terhadap ideologi (Pancasila)," tutur Mantan Menteri Pertahanan ini. 

Mahfud melanjutkan, HTI telah terbukti menolak Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui konferensi internasional di Jakarta. Para simpatisan HTI pun tak membantah konsep Khilafah bisa mengubah sistem negara dari ketidakadilan. 

"Negara federal itu soal pilihan politik, dulu sudah dibicarakan, tidak bisa dijadikan alternatif untuk HTI. Sudah lah mereka tidak boleh, undang-undang melarang," ucap Mahfud 

Permasalahan HTI tak lepas dari ketelitian memberikan izin pembentukan organisasi yang bermuatan anti Pancasila. Karenanya, upaya hukum HTI masih berproses hingga saat ini di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). 

"Surat izin badan hukum Hizbut Tahrir itu diperoleh, karena permohonan untuk memperoleh badan hukum itu melalui IT online gitu, enggak diteliti dulu latar belakangnya, jadi masalah sekarang," kata Mahfud.



(JMS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id