MKD Segera Panggil Arteria Dahlan

Ilham wibowo 17 April 2018 16:25 WIB
mkd
MKD Segera Panggil Arteria Dahlan
Ketua MKD Sufmi Dasco Ahmad.
Jakarta: Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) telah  menerima laporan dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan Anggota Komisi III  Arteria Dahlan terkait umpatan kepada Kementerian Agama (Kemenag). Dalam waktu dekat Politikus fraksi PDI Perjuangan itu bakal dipanggil. 

"Saya akan cek jadwal selanjutnya karena mau reses, kalau bisa jangan mepet-mepet," ujar Ketua MKD Sufmi Dasco Ahmad di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 17 April 2018. 

Laporan yang dilayangkan Kemenag itu masih dalam tahap verifikasi. Dasco memastikan MKD bakal memproses seluruh laporan yang masuk. 


"Kami sudah terima laporan dari Kemenag tertanggal 3 April. Saat ini laporan yang masuk di MKD, termasuk pelaporan Kemenag, masih dalam tahap proses verifikasi yang nanti akan ditindaklanjuti dengan tahapan selanjutnya," ujar dia. 

(Baca juga: Arteria Dahlan Minta Maaf)

Pemanggilan pada terlapor merupakan prosedur dalam MKD untuk menyelidiki dugaan pelanggaran etik. Meski telah memberikan pernyataan maaf, Arteria dinilai perlu bertanggung jawab dengan menerima konsekuensi sebagai anggota dewan. 

"Tidak ada tata cara kita untuk mediasi. Tapi boleh-boleh saja kalau itu inisiatif dari kedua belah pihak di belakang, artinya tidak di MKD," ujar Dasco. 

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyebut pelaporan itu dilakukan lantaran pernyataan Arteria telah menyinggung institusi. Selain itu, ungkapan yang terucap pun bukan dalam konteks pembahasan antara Kemenag dengan Komisi bidang agama DPR. 

"Saya sama sekali tidak pernah menghadiri rapat kerja di komisi lain selain Komisi VIII, jadi saat kejadian itu saya tidak hadir. Setahu saya ketika itu raker Komisi III dengan Jaksa Agung, tentu itu adalah ungkapan yang tidak pada tempatnya," kata Lukman di Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Senin, 16 April 2018.

(Baca juga: Menteri Lukman Laporkan Arteria ke Mahkamah Dewan)
 



(REN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id