Politikus senior Partai Golkar Akbar Tanjung. Foto: MI/Ardi Teristi Hardi
Politikus senior Partai Golkar Akbar Tanjung. Foto: MI/Ardi Teristi Hardi

Akbar Tanjung Dukung Bamsoet Pimpin Golkar

Nasional munas golkar
28 Juni 2019 19:12
Jakarta: Politikus senior Partai Golkar Akbar Tanjung mulai berbicara soal calon ketua umum yang didukungnya jelang musyawarah nasional (munas). Isyarat mantan ketua umum Golkar itu mengarah kepada Bambang Soesatyo (Bamsoet).
 
Akbar menyampaikan isyaratnya saat menghadiri halalbihalal Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) di rumah dinas Ketua DPR, Widya Candra, Jakarta, Kamis 27 Juni 2019 malam. Ketua DPR periode 1999-2004 itu mengharapkan kepengurusan Golkar mendatang dipimpin kader KAHMI.
 
"Saya dengar Adinda Bambang Soesatyo yang saat ini ketua DPR ingin maju sebagai (calon) ketua umum Partai Golkar. Saya pernah menjadi ketua umum Golkar karena kepandaian dan kemampuan saya. Jadi, kalau ingin menjadi ketua umum Golkar haruslah pandai-pandai. Saya dukung karena kita sepakat kader-kader kita harus menduduki berbagai posisi penting," ujar Akbar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sejumlah tokoh yang juga anggota KAHMI tampak hadir pada halalbihalal itu. Antara lain mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Hamdan Zoelva, Rektor Universitas Airlangga Mohammad Nasih, Ketua Umum HIPMI Bahlil Lahadalia, Wakil Ketua Umum PAN Viva Yoga Mauladi, dan peneliti LIPI Siti Zuhro.
 
Akbar mengungkapkan kebanggaannya karena banyak kader KAHMI yang kini menduduki posisi penting di lembaga-lembaga negara. Tokoh asal Sibolga, Sumatra Utara, itu lantas menyebut nama Bamsoet dan Hamdan Zoelva yang memimpin MK periode 2013-2015.
 
Menurut Akbar, hal itu menjadi bukti pengaderan di HMI melalui latihan kader sudah berjalan baik. Sebab, pengaderan di HMI tak hanya mampu mencetak tokoh, namun juga membawa manfaat bagi masyarakat luar.
 
"Pengaderan yang dilakukan HMI bertujuan untuk menghasilkan kader yang mampu menduduki berbagai posisi penting di bidang politik, sosial, kemasyarakatan, serta profesi," papar Akbar yang juga ketua Dewan Penasihat KAHMI.
 
Bamsoet mengaku bangga bisa menjadi penerus senior-seniornya di HMI yang pernah menduduki posisi ketua DPR. Sebelum Bamsoet, kader HMI yang pernah menjadi ketua DPR adalah Akbar Tanjung, Marzuki Alie, dan Ade Komarudin.
 
“Saya alumnus keempat HMI yang menempati rumah jabatan di kompleks pejabat negara Widya Chandra ini. Yang paling lama adalah Bang Akbar Tanjung, mulai sejak menteri sampai menjadi ketua DPR. Kemudian dilanjutkan Pak Marzuki Alie, lalu Kang Ade Komaruddin, dan sekarang saya," ujar Bamsoet.
 
Lebih lanjut Bamsoet mengatakan, KAHMI punya sumber daya luar biasa. Menurutnya, kekuatan itu bisa dimanfaatkan untuk hal produktif demi memajukan bangsa dan negara.
 
“Profesor banyak, doktor sangat banyak, master atau pascasarjana apalagi. Mau cari profesi apa saja juga ada. Karena itu, akademisi, intelektual dan kaum profesional yang ada di HMI dan KAHMI harus menjadi lokomotif perubahan," tutur Bamsoet.
 

(UWA)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif