Ilustrasi. Medcom.id/Mohammad Rizal.
Ilustrasi. Medcom.id/Mohammad Rizal.

DPR Kecewa Proses Seleksi Hakim Agung oleh KY

Nasional mahkamah agung
Arga sumantri • 16 Januari 2020 00:28
Jakarta: Komisi III DPR kecewa dengan penjelasan Komisi Yudisial (KY) terkait proses seleksi calon hakim agung. KY dinilai tak transparan dalam menyeleksi calon hakim agung.
 
"Menurut komisi III dalam rapat tadi masih banyak hal-hal yang belum transparan terkait dengan perekrutan (calon hakim agung) tersebut," kata Wakil Ketua Komisi III Adies Kadir di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu, 15 Januari 2020.
 
Adies menuturkan KY memang sudah menyampaikan terkait adanya standar dan scoring dalam proses rekrutmen calon hakim agung. Mulai dari tahap administrasi, wawancara, sampai dengan uji kelayakan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tetapi kami belum mendapat penjelasan secara rinci terkait dengan bagaimana penilaian dan proses scoring tersebut," ucap politikus Partai Golkar itu.
 
Salah satu yang dipertanyakan DPR yakni masuknya calon hakim agung yang pernah ditolak KY periode sebelumnya. Ada pula yang pernah gagal dalam uji kelayakan sebelumnya.
 
"Apa tidak ada orang lagi? Kenapa ada orang yang sudah ditolak, tapi tes lagi, dimasukin lagi. Ini kan aneh juga," ujarnya.
 
Komisi III DPR menggelar rapat dengan KY terkait proses seleksi calon hakim agung. Dalam rapat tersebut, KY menjabarkan profil para calon hakim agung yang sudah dipilih. Ada enam nama calon hakim agung pilihan KY.
 
DPR sudah menjadwalkan uji kelayakan dan kepatutan terhadap enam calon hakim agung yang diajukan. Tahapan bakal dimulai pada 21 Januari 2020 dengan uji makalah.
 
Uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) akan dilakukan pada 21-22 Januari 2020. DPR punya tenggat hingga 3 Februari 2020 untuk menyerahlan nama calon hakim agung terpilih kepada Presiden Joko Widodo. Berikut enam nama calon hakim agung:
 
1. Soesilo, Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Banjarmasin Pidana
2. Dwi Sugiarto, Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Denpasar Perdata
3. Rahmi Mulyati, Panitera Muda Perdata Khusus pada Mahkamah Agung RI Perdata
4. Busra, Ketua Pengadilan Tinggi Agama Kupang Agama
5. Sugeng Sutrisno, Hakim Militer Utama Dilmiltama Militer
6. Sartono, Wakil Ketua III Pengadilan Pajak bidang Pembinaan dan Pengawasan Kinerja Hakim Tata Usaha Negara.
 

(DMR)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif