Jakarta: Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengatakan 50 ribu bahan tes polymerase chain reaction (PCR) (reagen) telah didistribusikan ke seluruh laboratorium di Indonesia. Alat tes asal Korea Selatan itu tiba di Tanah Air, Minggu, 19 April 2020.
"Sampai tadi pagi seluruh reagen yang telah dikirimkan dari Korsel telah terdistribusi ke seluruh laboratorium yang ada di Jakarta dan provinsi lainnya," kata Doni di Kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Jakarta Timur, Senin, 20 Maret 2020.
Presiden Joko Widodo mendesak pengujian sampel makin gencar dengan adanya reagen ini. Wakil Presiden Ma'ruf Amin juga meminta hal yang sama.
"Tapi saat ini salah satu kendala yang kita hadapi adalah rebutan reagen PCR tes dari beberapa negara," kata Doni.
Doni berterima kasih kepada Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan Umar Hadi, Direktur Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambudi, dan Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra. Mereka telah bekerja keras membantu mendatangkan bahan tes PCR untuk pendeteksian virus korona dari Korea Selatan.
(Baca: 50 Ribu Reagen PCR Tiba di Jakarta)
"Sehingga kurang dari 24 jam reagen PCR yang berasal dari Korsel itu bisa di Tanah Air karena semua kesulitan bisa diatasi," ujar dia.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo memerintahkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 segera melakukan tes PCR kepada warga. Kepala Negara berharap 10 ribu pemeriksaan dilaksanakan setiap hari.
Pemerintah menetapkan 19 laboratorium untuk pendeteksian covid-19 di seluruh Indonesia. Hanya saja semua laboratorium tersebut membutuhkan reagen PCR dan reagen ekstrasi RNA.
Selama ini yang bisa menyediakan kedua bahan itu adalah China dan Korea Selatan. Namun, produk kedua negara ini dicari banyak negara lain. Perjuangan mendapatkan reagent dari Korsel dramatis.
Keputusan harus cepat diambil karena bahan kimia untuk pemeriksaan covid-19 ini diincar negara lain. Persoalan kedua, membawa bahan kimia ini memerlukan penanganan khusus karena memerlukan suhu udara minus 20 derajat celcius dengan berat keseluruhan mencapai 500 kg.
Informasi lengkap tentang perkembangan penanganan pandemi covid-19 bisa langsung diakses di sini
Jakarta: Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengatakan 50 ribu bahan tes
polymerase chain reaction (PCR) (reagen) telah didistribusikan ke seluruh laboratorium di Indonesia. Alat tes asal Korea Selatan itu tiba di Tanah Air, Minggu, 19 April 2020.
"Sampai tadi pagi seluruh reagen yang telah dikirimkan dari Korsel telah terdistribusi ke seluruh laboratorium yang ada di Jakarta dan provinsi lainnya," kata Doni di Kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Jakarta Timur, Senin, 20 Maret 2020.
Presiden Joko Widodo mendesak pengujian sampel makin gencar dengan adanya reagen ini. Wakil Presiden Ma'ruf Amin juga meminta hal yang sama.
"Tapi saat ini salah satu kendala yang kita hadapi adalah rebutan reagen PCR tes dari beberapa negara," kata Doni.
Doni berterima kasih kepada Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan Umar Hadi, Direktur Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambudi, dan Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra. Mereka telah bekerja keras membantu mendatangkan bahan tes PCR untuk pendeteksian virus korona dari Korea Selatan.
(Baca:
50 Ribu Reagen PCR Tiba di Jakarta)
"Sehingga kurang dari 24 jam reagen PCR yang berasal dari Korsel itu bisa di Tanah Air karena semua kesulitan bisa diatasi," ujar dia.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo memerintahkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 segera melakukan tes PCR kepada warga. Kepala Negara berharap 10 ribu pemeriksaan dilaksanakan setiap hari.
Pemerintah menetapkan 19 laboratorium untuk pendeteksian covid-19 di seluruh Indonesia. Hanya saja semua laboratorium tersebut membutuhkan reagen PCR dan reagen ekstrasi RNA.
Selama ini yang bisa menyediakan kedua bahan itu adalah China dan Korea Selatan. Namun, produk kedua negara ini dicari banyak negara lain. Perjuangan mendapatkan reagent dari Korsel dramatis.
Keputusan harus cepat diambil karena bahan kimia untuk pemeriksaan covid-19 ini diincar negara lain. Persoalan kedua, membawa bahan kimia ini memerlukan penanganan khusus karena memerlukan suhu udara minus 20 derajat celcius dengan berat keseluruhan mencapai 500 kg.
Informasi lengkap tentang perkembangan penanganan pandemi covid-19 bisa langsung diakses di sini Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)