PSI Harap Bawaslu Evaluasi Diri
Ketum PSI Grace Natalie dan Sekjen PSI Raja Juli Antoni bersama pimpinan DPP PSI. Medcom.id/Lis Pratiwi.
Jakarta: Partai Solidaritas Indonesia (PSI) beraharap Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mengevaluasi diri. PSI menilai Bawaslu harus lebih bijak dalam menjalankan tugas dan fungsinya.

“Semoga Bawaslu menjadikan ini momentum introspeksi diri, mengevaluasi diri untuk meningkatkan kapasitas berbasis keadilan,” kata Sekretaris Jenderal PSI, Raja Juli Antoni, di DPP PSI Jakarta, Jumat 1 Juni 2018.

PSI merasa tindakan Bawaslu melaporkan partainya ke Bareskrim Polri tidak adil. Antoni berharap, Bawaslu dapat menerapkan keadilan yang tajam kepada siapa pun, tidak hanya tajam ke pihak tertentu.


Antoni menyadari peran Bawaslu sangat penting untuk mengawasi dan menentukan keabsahan hasil pemilu. Sejatinya, Antoni menganggap Bawaslu adalah rekan PSI dalam mematangkan demokasi Indonesia.

“Kami mengenal banyak anggota Bawaslu di kabupaten/kota yang berdedikasi dan berkomitmen tinggi menegakkan demokrasi,” sambungnya.

Ketua Umum PSI, Grace Natalie menambahkan peran penting Bawaslu membuat lembaga ini harus dikawal agar selalu menghasilkan keputusan atau rekomendasi yang benar dan berkualitas. Menurutnya, keputusan dan rekomendasi Bawaslu merupakan salah satu penentu kualitas demokrasi Indonesia. 

“Jika Bawaslu kurang berkualitas, tentu akan berdampak buruk pada proses demokrasi kita. Perkara ini semestinya menjadi pelajaran kita semua," ujar Grace. 

Bawaslu melaporkan PSI karena beriklan di Koran Jawa Pos edisi 23 April 2018. PSI diduga melakukan kampanye di luar jadwal dan melanggar aturan sesuai Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. 

Namun, Bareskrim Polri telah menghentikan perkara tersebut dengan mengeluarkan surat perintah penghentian penyidikan (SP3) sejak Kamis, 31 Mei 2018.



(DRI)