NEWSTICKER
Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia (LSI) Djayadi Hanan. foto: Medcom.id/Ilham Wibowo
Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia (LSI) Djayadi Hanan. foto: Medcom.id/Ilham Wibowo

Jokowi Dinilai Beri Sinyal Ogah Didikte Tiongkok

Nasional indonesia-tiongkok Laut Natuna Utara
Ilham wibowo • 12 Januari 2020 19:48
Jakarta: Presiden Joko widodo mengajak pelaku usaha di Jepang berinvestasi di Natuna, Kepulauan Riau. Upaya ini disebut bisa menjadi sinyal diplomasi Indonesia terhadap Tiongkok.
 
"Upaya Presiden Jokowi ini memberikan semacam keseimbangan untuk sinyal kepada Tiongkok bahwa kita tidak mau didikte Tiongkok," kata Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia (LSI) Djayadi Hanan di kawasan Menteng, Minggu, 12 Januari 2020.
 
Ia menuturkan belakangan juga bakal muncul investasi besar dari Amerika Serikat (AS) lewat International Development Finance Corporation (IDFC) yang menyatakan tertarik mengucurkan investasi pengelolaan dana abadi. Jumlah dana investasi tersebut mencapai miliaran dolar AS.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bagi Djayadi, situasi ini menunjukkan Indonesia tak gentar dengan Tiongkok. "Karena Indonesia memiliki kawan yang juga menjadi kekuatan besar dunia seperti AS dan Jepang," paparnya.
 
Djayadi menilai strategi Presiden Jokowi untuk memperkuat diplomasi Indonesia sangat cerdas. Langkah menggandeng AS dan Jepang diyakini bisa mengurangi tekanan Tiongkok dalam kisruh Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) di perairan Natuna.
 
"Jadi dengan mengajak mereka investasi di Natuna, itu satu sinyal kepada Tiongkok agar tak melakukan intimidasi di Natuna," pungkasnya.
 
Menurut dia, kehadiran investasi besar dari Jepang dan AS di kawasan Natuna bakal menegaskan kedaulatan Indonesia yang diusik Tiongkok. Diplomasi Indonesia pun akan semakin kuat menghadapi klaim sepihak di Laut Natuna Utara.
 

(AGA)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif