Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo. Medcom.id/Damar Iradat.
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo. Medcom.id/Damar Iradat.

Menteri Edhy Pilih Hibahkan Kapal Asing Pencuri Ikan

Nasional pencurian ikan
Damar Iradat • 02 Desember 2019 18:26
Jakarta: Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo memilih tak melanjutkan penenggelaman kapal nelayan asing pencuri ikan yang dijalankan Susi Pudjiastuti. Edhy mengeklaim menemukan langkah yang lebih efektif mengatasi masalah pencurian ikan.
 
Politikus Partai Gerindra itu menjamin penindakan kapal pencuri ikan tetap dijalankan. Kementerian Kelautan dan Perikanan tetap mengejar kapal asing pencuri ikan.
 
"Mereka kita kejar dan menyerah, ya enggak perlu lagi tindakan represif kan," kata Edhy di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 2 Desember 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kementerian Kelautan dan Perikanan telah menangkap empat kapal pencuri ikan beberapa waktu lalu. Mereka ditangkap di Laut Sulawesi dan Selat Malaka.
 
Sebanyak tiga kapal ditangkap di Laut Sulawesi, satu kapal berukuran besar dan dua kapal kecil pengangkut ikan. Satu kapal ditangkap di Selat Malaka. Empat kapal itu menggunakan bendera negara asing.
 
Edhy menjelaskan tiga kapal yang ditangkap di Laut Sulawesi dibawa ke Bitung, Sulawesi Utara. Sedangkan kapal yang ditangkap di Selat Malaka dibawa ke Banda Aceh.
 
"Setelah itu, langkahnya kita serahkan ke pengadilan, ke kejaksaan. Sudah komunikasi, kalau ada upaya, ujungnya nanti bisa diserahkan, disita jadi milik negara, apakah nanti dihibahkan atau bagaimana, itu gimana hasil penyidikan itu sendiri," ujar dia.
 
Edhy lebih memilih kapal yang disita diserahkan kepada pihak membutuhkan seperti lembaga pendidikan di bidang kelautan dan perikanan. Kapal sitaan itu juga bisa disulap menjadi rumah sakit apung. Ia menyebut institusi pendidikan juga membutuhkan kapal untuk praktik lapangan.
 
"Tapi yang jelas, kita lihat dari sisi kepentingan, yang paling penting begini, kalau kita serahkan kapal ini, kita pastikan manfaatnya ada, yang kita kawatirkan kan kalau diserahkan nanti malah dijual sama pemiliknya," ungkap Edhy.
 

(DRI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif