Presiden Joko Widodo. Antara/Wahyu Putro
Presiden Joko Widodo. Antara/Wahyu Putro

Jokowi Ingin Tambang Ilegal di Tabalong Ditutup

Nasional tambang ilegal
Damar Iradat • 17 Januari 2020 20:32
Jakarta: Presiden Joko Widodo memastikan akan menutup tambang-tambang ilegal di lahan ibu kota baru. Termasuk enam tambang ilegal di Tabalong, Kalimantan Selatan, wilayah perbatasan dengan lokasi ibu kota baru di Penajam Paser Utara.
 
"Kita akan menghilangkan tambang-tambang tanpa izin. Dan merehabilitasi, mereklamasi bekas tambang," kata Jokowi saat berbincang dengan wartawan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, 17 Januari 2020.
 
Presiden Jokowi menegaskan pembangunan ibu kota baru tak boleh membawa dampak kerusakan lingkungan. Dalam pembangunan ibu kota baru ini, pemerintah justru berupaya memperbaiki hutan-hutan yang selama ini rusak karena eksploitasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jadi perpindahan ibu kota nanti sekaligus kita akan memperbaiki hutan-hutan yang rusak. Kita harus tahu di sekitar ibu kota itu banyak hutan yang rusak," jelasnya.
 
Kepala Negara juga memastikan hutan konservasi dan hutan lindung yang sudah ada dipertahankan. Dari 410 ribu hektare luas ibu kota baru yang disiapkan, pemerintah hanya akan membangun 56 ribu hektare.
 
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar sebelumnya mengatakan, ada 1.350 lubang bekas tambang yang ada di wilayah ibu kota baru dan sekitarnya. Aktivitas penambangan ilegal ini banyak terjadi di wilayah Kutai Kartanegara-Penajam Passer Utara yang akan menjadi lokasi pembangunan ibu kota baru.
 
Selain itu sedikitnya tercatat enam tambang ilegal yang aktivitasnya marak di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, yang berbatasan dengan wilayah ibu kota baru.
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif