medcom.id, Jakarta: Ketua Fraksi Partai Hanura DPR, Syarifuddin Sudding mengatakan keputusan untuk merombak kabinet merupakan hak prerogatif presiden. Namun usia enam bulan menteri kabinet kerja dinilai terlalu prematur untuk dirombak.
"Menilai berhasil atau tidak terlalu dini kalau enam bulan. Saya kira sewajarnya itu satu tahun. Tapi kalau mau melakukan perombakan, silakan saja dilakukan Presiden dan Wakil Presiden," kata Syarifuddin Sudding, di Jakarta, Senin (4/5/2015).
Saat ditanya lebih lanjut apabila menteri yang dirombak berasal dari partainya ia enggan menjawab. "Saya tidak ingin berandai-andai," pungkasnya.
Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengisyaratkan akan dilakukan perombakan di kabinet kerja. Menurutnya, ada ketidaksesuaian penempatan beberapa figur menteri di Kabinet Kerja.
"Ya, karena banyak perlu peningkatan kinerja, tentu dibutuhkan orang-orang yang sesuai dengan kemampuannya," kata JK, Senin (4/5/2015).
JK enggan menjawab secara rinci, kapan perombakan akan dilakukan. "Ya, tentu dalam waktu ke depan ini lah," ucap JK.
medcom.id, Jakarta: Ketua Fraksi Partai Hanura DPR, Syarifuddin Sudding mengatakan keputusan untuk merombak kabinet merupakan hak prerogatif presiden. Namun usia enam bulan menteri kabinet kerja dinilai terlalu prematur untuk dirombak.
"Menilai berhasil atau tidak terlalu dini kalau enam bulan. Saya kira sewajarnya itu satu tahun. Tapi kalau mau melakukan perombakan, silakan saja dilakukan Presiden dan Wakil Presiden," kata Syarifuddin Sudding, di Jakarta, Senin (4/5/2015).
Saat ditanya lebih lanjut apabila menteri yang dirombak berasal dari partainya ia enggan menjawab. "Saya tidak ingin berandai-andai," pungkasnya.
Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengisyaratkan akan dilakukan perombakan di kabinet kerja. Menurutnya, ada ketidaksesuaian penempatan beberapa figur menteri di Kabinet Kerja.
"Ya, karena banyak perlu peningkatan kinerja, tentu dibutuhkan orang-orang yang sesuai dengan kemampuannya," kata JK, Senin (4/5/2015).
JK enggan menjawab secara rinci, kapan perombakan akan dilakukan. "Ya, tentu dalam waktu ke depan ini lah," ucap JK.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(YDH)