Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Letnan Jenderal (Purn) Hinsa Siburian. Branda ANTARA/Putu Indah Savitri
Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Letnan Jenderal (Purn) Hinsa Siburian. Branda ANTARA/Putu Indah Savitri

Masyarakat Diminta Waspadai Dampak Serangan Siber Terhadap Pancasila

Antara • 19 November 2021 15:45
Jakarta: Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Letnan Jenderal (Purn) Hinsa Siburian meminta seluruh elemen masyarakat mewaspadai dampak serangan siber terhadap Pancasila. Khususnya serangan yang merusak persatuan bangsa.
 
"Untuk menghancurkan Indonesia, satu-satunya cara adalah serang pusat kekuatannya, yaitu Pancasila, terutama sila ketiga, Persatuan Indonesia," kata Hinsa ketika menyampaikan sambutan dalam Peresmian Computer Security Incident Response Team (CSIRT) Kementerian PPN/Bappenas yang disiarkan di kanal YouTube Bappenas, Jumat, 19 November 2021.
 
Serangan siber terhadap persatuan Indonesia tidak hanya dalam bentuk pencurian data atau peretasan semata. Serangan tersebut juga ada yang berwujud perang informasi untuk memengaruhi cara berpikir, sistem kepercayaan, dan perilaku manusia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kenapa perang informasi? Karena ini lebih mudah, lebih murah, dan dampaknya juga luar biasa," ucap dia.
 
Pihak yang ingin memecah Indonesia biasanya menggunakan informasi-informasi palsu atau menggiring opini masyarakat untuk menumbuhkan konflik antarelemen bangsa. Bentuk konflik itu tidak terbatas pada ras, etnis, maupun agama, namun juga di antara mereka yang memiliki kepentingan serta pandangan politik berbeda.
 
"Ketika negara itu lemah, baru masuk pihak-pihak yang punya kepentingan," tutur Hinsa.
 
Baca: 4 Warga Indonesia Retas Surel 8 Perusahaan Asing
 
Hinsa menegaskan Pancasila merupakan sumber bangsa Indonesia memperoleh kekuatan fisik, non-fisik, kebebasan untuk bergerak, dan bermanuver dalam rangka membangun maupun berperang. Menyadari pentingnya Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan negara, mengakibatkan Pancasila menjadi target para pihak yang menginginkan perpecahan.
 
"Ini yang harus kita waspadai dan ini menjadi kerja kita semua," kata Hinsa.
 
Dia berpandangan Pancasila sebagai ideologi, falsafah, dan paradigma nasional merupakan pusat gravitasi dan pusat kekuatan bangsa. Dengan begitu, seluruh masyarakat bertanggung jawab menjaga keutuhan Pancasila.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif