Politikus NasDem Okky Asokawati. Dok. Pribadi
Politikus NasDem Okky Asokawati. Dok. Pribadi

Peringatan Hari Kartini Terasa Spesial di Tahun Politik

Nasional Hari Kartini
Ilham wibowo • 21 April 2019 10:22
Jakarta: Peringatan Hari Kartini dimaknai sebagai momentum kebangkitan partisipasi kaum perempuan di kancah nasional. Kisah Kartini menjadi pelopor agar perempuan mendapatkan hak yang adil seimbang dengan pria.
 
Politikus Partai NasDem, Okky Asokawati mengatakan peringatan pada tahun ini spesial karena bertepatan dengan tahun politik, Indonesia baru menggelar pemilu serentak. Keterlibatan perempuan baik sebagai kandidat, penyelenggara, saksi, partisipan terlihat cukup mewarnai proses demokrasi ini.
 
"Kondisi ini patut kita syukuri bersama. Karena menjadi tanda baik, bahwa politik tak identik dengan dunia laki-laki," kata Okky di Jakarta, Minggu, 21 April 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia berharap banyak perempuan yang terpilih menjadi anggota legislatif di berbagai tingkatan baik DPRD Kabupaten/Kota, DPRD Provinsi, serta DPR RI. Termasuk pos-pos jabatan publik dalam pemerintahan 2019-2024 juga dapat diisi oleh kaum perempuan.
 
Menurut Okky, keterpilihan perempuan dalam jabatan politik melalui instrumen political elected ini memberi pesan penting, perempuan dapat turut serta dalam kontestasi demokrasi elektoral yang tidak mudah. Dalam berbagai event politik baik Pemilu maupun Pilkada, kaum perempuan telah membuktikan perannya sehingga tak perlu diragukan lagi kemampuannya.
 
"Keterpilihan perempuan di sektor jabatan publik diharapkan dapat turut serta mewarnai dan mempengaruhi kebijakan publik yang berprespektif feminim yakni yang memiliki orientasi terhadap penguatan peran perempuan baik di ruang domestik keluarga maupun di ruang publik. Sehingga kebijakkan yang dibuat lebih komprehensif," ungkap Anggota Komisi IX DPR RI Periode 2014-2018 ini.
 
Kaum perempuan harus percaya diri dengan kekuatannya dan berusaha membuat perubahan nyata. Kaum perempuan mesti saling mendukung, dan usaha tekun agar bisa membuktikan mereka bukan manusia kelas dua dan dapat turut mengubah dunia.
 
"Pekerjaan rumah yang masih menjadi persoalan perempuan di antaranya sektor kesehatan, penguatan ekonomi perempuan dan ancaman kekerasan terhadap perempuan. Penguatan kapasitas harus menjadi prioritas utama yang tertuang dalam merumuskan kebijakan publik," pungkasnya.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif