Ketua DPR RI Puan Maharani berdialog dengan salah satu keluarga nelayan di Cirebon. Foto: DPR
Ketua DPR RI Puan Maharani berdialog dengan salah satu keluarga nelayan di Cirebon. Foto: DPR

Dikunjungi Ketua DPR, Nelayan Cirebon Curhat Kesulitan Stok Solar untuk Melaut

Juven Martua Sitompul • 04 Juli 2022 21:46
Jakarta: Ketua DPR Puan Maharani mengunjungi Kampung Nelayan, Cangkol, Kota Cirebon, Jawa Barat. Puan membuka dialog dengan 1.500 nelayan guna memberikan solusi dari sejumlah persoalan.
 
Ada beberapa hal yang menjadi perhatian Puan. Mulai dari persoalan kapal, bahan bakar solar, cold storage, hingga asuransi yang dimiliki nelayan.
 
Kepada Puan, Mulyadi mewakili teman-teman satu profesinya mengeluhkan persoalan nelayan setempat yang memerlukan jembatan untuk bersandar kapal. Sebab, jembatan yang ada saat ini sudah amblas dan tidak layak.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kesulitan nelayan lainnya adalah ketika hendak membeli solar untuk bahan bakar kapal di SPBU. Para nelayan harus membawa surat untuk membeli dan biasanya stok solar cepat habis.
 
Menanggapi keluhan itu, Puan memastikan akan berusaha mencarikan solusi atas persoalan yang dihadapi nelayan di Cirebon, termasuk persoalan jembatan. Dia bahkan langsung meminta Ketua Komisi V DPR yang membidangi urusan infrastruktur untuk mengawal.
 
"Untuk jembatan, Pemkot koordinasi sengan Pak Lasarus Ketua Komisi V. Pompa bensin di sekitar Cangkol juga harus dipastikan solarnya ada. Insyaallah masalah-masalah tadi saya coba carikan solusinya," ujar Puan melalui keterangan tertulis, Senin, 4 Juli 2022.
 
Puan menegaskan nelayan merupakan elemen rakyat Indonesia yang penting. Kehadiran nelayan penting bagi masyarakat.
 
"Kekayaan laut Indonesia yang luar biasa harus bisa membuat nelayan sejahtera," kata Puan.
 
Perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR ini juga menyebut nelayan harus memperoleh kemudahan fasilitas serta sarana prasarana untuk menunjang pekerjaannya. Sebab, nelayan merupakan salah satu pahlawan bagi kemajuan bangsa karena bekerja demi menyediakan asupan gizi bagi masyarakat.
 
"DPR RI akan terus memperjuangkan agar nelayan makin sejahtera, yang berarti penghasilan meningkat dan bebannya berkurang," kata dia.
 

Baca: BBM Bersubsidi Langka, Ribuan Nelayan di Bekasi Tak Bisa Melaut


Di akhir dialog, nelayan berharap Puan memfasilitasi kebutuhan sarana prasarana nelayan dengan pihak pemerintah. Nelayan juga mengaku senang atas kunjungan cucu Proklamator RI Seokarno (Bung Karno) itu. Dia bahkan didoakan menjadi calon presiden (capres) dan terpilih menjadi presiden 2024.
 
Dalam kunjungannya, Puan menyempatkan berkeliling permukiman Kampung Nelayan Cangkol. Tak semua warga di permukiman ini yang berprofesi sebagai nelayan. Namun, kampung ini dihuni warga bertaraf ekonomi menengah ke bawah.
 
Puan mampir ke sejumlah rumah warga. Salah satunya, rumah keluarga Sutarma yang sehari-harinya bekerja sebagai tukang becak. Rumah Sutarma cukup memprihatinkan dan atapnya banyak yang rusak sehingga mengalami bocor parah apabila hujan.
 
"Kita akan dorong pihak pemda untuk memberi perhatian," kata Puan.
 
Mantan Menko PMK tersebut juga sempat berbincang dengan istri para nelayan. Perbincangan Puan dengan ibu-ibu berlangsung cair.
 
"Ibu-ibu mukanya cerah semua. Cantik-cantik nggak kusam, padahal panas-panas gini. Apa resepnya bu?" goda Puan disambut tawa hadirin.
 
Di akhir acara, Puan menyerahkan sejumlah bantuan bagi para nelayan. Selain sembako, bantuan yang diserahkan seperti alat tangkap ikan trammel net dan gill net, mesin kapal, serta ratusan ribu bibit ikan lele dan nila, serta jutaan benih udang vanamae.
 
"Saya berharap kedatangan saya memberikan manfaat. Bapak Ibu harus semua sehat, jangan lupa divaksin, karena demi kesehatan bersama," kata Puan.
 
Kunjungan Puan didampingi Wali Kota Cirebon Nashrudin Azis serta sejumlah anggota DPR, yakni Ketua Komisi III DPR Bambang Wuryanto, Ketua Komisi V Lasarus, Wakil Ketua Komisi VI DPR Aria Bima, dan Wakil Ketua Komisi IX DPR Charles Honoris. Kemudian, anggota Komisi III DPR Ahmad Basarah, anggota Komisi VI DPR H Mufti Aimah Nurul Anam, dan anggota Komisi VIII DPR My Esti Wijayati.
 
(JMS)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif