KEIN: Tingkat Literasi di Indonesia 95,5%

Arga sumantri 22 November 2018 17:09 WIB
pilpres 2019Buta Aksara
KEIN: Tingkat Literasi di Indonesia 95,5%
Ilustrasi. Foto: MI/Panca Syurkani
Jakarta: Wakil Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Arif Budimanta menepis pernyataan Prabowo yang menyebut 55 persen orang Indonesia mengalami buta huruf. Data yang diakui Prabowo bersumber dari World Bank itu dianggap salah besar.

Arif mengatakan rasio literasi penduduk dewasa (terhadap total penduduk berumur 15 tahun ke atas) telah berada pada angka 67 persen pada 1980. Rasio tersebut meningkat dari tahun ke tahun. 

"Hingga menjadi 95,5 persen per 2017," kata Arif Budimanta lewat keterangan tertulis, Kamis, 22 November 2018. 


Arif menjelaskan pemerintah berfokus meningkatkan literasi masyarakat Indonesia. Beberapa program telah dijalankan pemerintah sebagai upaya meningkatkan literasi oleh pemerintah. Misalnya, Gerakan Indonesia Membaca (GIM), Gerakan Literasi Bangsa (GLB), serta Gerakan Literasi Sekolah (GLS). 

"Saat ini menjadi program wajib yang harus dilaksanakan seluruh sekolah sebelum memulai proses belajar mengajar," ujar dia.

Arif juga mengklaim ratusan perpustakaan disebar ke berbagai pelosok daerah. Bentuknya beragam, seperti motor pustaka, perahu pustaka, vespa pustaka, bemo pustaka, angkot pustaka. "Serta berbagai pustaka bergerak lainnya."

Badan Pusat Statistik (BPS) justru menyebut angka melek huruf di Indonesia sudah mencapai 97,93 persen pada 2017. Artinya, angka buta huruf di Indonesia pada 2017 tinggal sekitar 2,07 persen atau sebanyak 3.387.035 jiwa.

Baca: 3,3 Juta Penduduk Masih Buta Aksara

Sebelumnya, Prabowo menyebut penyandang buta huruf fungsional di Indonesia mencapai 55 persen. Hal ini disampaikan Prabowo dalam Indonesia Economic Forum 2018 di Hotel Sangri-La, Jakarta, Rabu, 21 November 2018.

"Di World Bank, 55 persen (warga) Indonesia functionally illiterate (berkemampuan terbatas dalam membaca). Saya sedih," ucap Prabowo.

Mengutip berbagai sumber, definisi functionally literate atau buta huruf fungsional adalah kemampuan membaca dan menulis yang tidak memadai untuk mengelola kehidupan sehari-hari. 



(UWA)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id