Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon. ANT/Hafidz Mubarak.
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon. ANT/Hafidz Mubarak.

Fadli Zon Dituding Gunakan BMKG Sebagai Alat Politik

Nasional fadli zon
Whisnu Mardiansyah • 06 Januari 2019 06:17
Jakarta: Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin Inas Nasrullah Zubair menilai politikus Partai Gerindra tak paham menyoal anggaran di Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Ia menuding Fadli menjadikan anggaran BMKG sebagai alat politik menekan pemerintah.
 
"Kalau Fadli Zon bicara politik anggaran maka dia harus tahu bagaimana pemerintah dapat membiayai berbagai kegiatannya lalu bagaimana dan berapa besar uang bisa didapatkan, dan bagaimana mengatur keseimbangan keuangan di APBN," kata Inas di Jakarta, Sabtu, 5 Januari 2019.
 
Politikus Partai Hanura itu menuding Fadli Zon hanya menjadikan anggaran BMKG dan bencana di Indonesia sebagai alat politik. Fadli Zon dinilai sengaja membuat opini anggaran BMKG dipotong pemerintah setiap tahunnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Padahal, kata Inas, justru di era pemerintahan Joko Widodo anggaran BMKG meningkat setiap tahun. Pada 2016 anggaran BMKG dalam rapat kerja anggaran (RKA) diusulkan Rp2,2 triliun yang disepakati Rp1,3 triliun.
 
"RKA BMKG 2017 Rp 2,56 triliun, diketok palu DPR Rp 1,45 triliun. Dan RKA BMKG 2018 Rp 2,69 triliun, diketok palu DPR Rp 1,70 triliun," jelasnya.
 
Dari fakta ini, kata Inas, anggaran BMKG selalu naik setiap tahun. Sayangnya, Fadli tak paham bahwa RKA masih rencana yang disusun kementrian da perlu didiskusikan serta disetujui DPR.
 
"Apabila ada pengurangan bisa saja dilakukan oleh DPR atau Mentri Keuangan untuk disesuaikan dengan Pendapatan Negara," ucapnya.
 
Dalam rancangan APBN 2019, BMKG mengusulkan anggaran sekitar Rp2,935 triliun, namun Komisi V DPR-RI hanya menyetujui anggaran dengan total Rp1,777 triliun. Sementara alokasi dana untuk Basarnas dalam RAPBN 2019 yang disetujui Komisi V DPR-RI sebesar Rp 1.986.896.526.000
 
"Yang menjadi persoalan adalah, apakah Fadli Zon ikut menandatangani APBN atau tidak? Kalau iya kenapa sekarang baru protes? Justru yang terjadi adalah Fadli Zon meludah keatas dan yang terkena malahan mukanya sendiri," pungkasnya.

 

(DRI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif