medcom.id, Jakarta: Pernyataan dukungan Ketua Umum Partai Golkar hasil Munas IX Bali, Aburizal Bakrie (Ical) soal Perppu Pilkada disangsikan. Sebab dukungan tersebut dibuat melalui lewat twitter.
"Rekomendasi Munas harus dibatalkan lewat Munas atau Munaslub. Secara konstitusi seperti itu," ujar Ketua DPP bidang Komunikasi, Informasi, dan Penggalangan Opini Leo Nababan hasil Munas IX Jakarta, sambil terkekeh, saat dihubungi di Jakarta, Kamis, (11/12/2014).
Menurut Leo, pembatalan rekomendasi yang dinilai sepihak dan tidak dilakukan melalui proses Munas atau Munaslub itu, membuat arah dan orientasi berpartai, kubu Aburizal diragukan. "Artinya, mana Golkar sejati, mana Golkar yang tidak sejati. Mana yang berpihak ke rakyat, mana yang berpihak kepada kelompok," imbuh Leo.
Sementara itu, Ical menyampaikan penjelasannya melalui akun twitter pribadinya, terkait mendukung membatalkan rekomendasi Munas IX Partai Golkar yang berlangsung di Nusa Dua, Bali, 30 November- 3 Desember 2014. Rekomendasi itu diusulkan sebanyak 547 pemilik hak suara dan 1300 peninjau.
Ical mengatakan rekomendasi itu, didasarkan peserta Munas dari sila ke-4, yang mengedepankan sistem keterwakilan, yaitu via DPRD. Kemudian, dia menimang dengan berbagai pertimbangan. Pertama, permintaan masyarakat luas, kesepakatan partai KMP awal Oktober 2014, dan terakhir pembicaarn terakhir dengan KMP. "Maka Partai Golkar akan mendukung Perppu usul Pemerintah tentang UU Pilkada tersebut," kicau Ical, Selasa, 9 Desember lalu.
medcom.id, Jakarta: Pernyataan dukungan Ketua Umum Partai Golkar hasil Munas IX Bali, Aburizal Bakrie (Ical) soal Perppu Pilkada disangsikan. Sebab dukungan tersebut dibuat melalui lewat twitter.
"Rekomendasi Munas harus dibatalkan lewat Munas atau Munaslub. Secara konstitusi seperti itu," ujar Ketua DPP bidang Komunikasi, Informasi, dan Penggalangan Opini Leo Nababan hasil Munas IX Jakarta, sambil terkekeh, saat dihubungi di Jakarta, Kamis, (11/12/2014).
Menurut Leo, pembatalan rekomendasi yang dinilai sepihak dan tidak dilakukan melalui proses Munas atau Munaslub itu, membuat arah dan orientasi berpartai, kubu Aburizal diragukan. "Artinya, mana Golkar sejati, mana Golkar yang tidak sejati. Mana yang berpihak ke rakyat, mana yang berpihak kepada kelompok," imbuh Leo.
Sementara itu, Ical menyampaikan penjelasannya melalui akun twitter pribadinya, terkait mendukung membatalkan rekomendasi Munas IX Partai Golkar yang berlangsung di Nusa Dua, Bali, 30 November- 3 Desember 2014. Rekomendasi itu diusulkan sebanyak 547 pemilik hak suara dan 1300 peninjau.
Ical mengatakan rekomendasi itu, didasarkan peserta Munas dari sila ke-4, yang mengedepankan sistem keterwakilan, yaitu via DPRD. Kemudian, dia menimang dengan berbagai pertimbangan. Pertama, permintaan masyarakat luas, kesepakatan partai KMP awal Oktober 2014, dan terakhir pembicaarn terakhir dengan KMP.
"Maka Partai Golkar akan mendukung Perppu usul Pemerintah tentang UU Pilkada tersebut," kicau Ical, Selasa, 9 Desember lalu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(YDH)