Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Heri Amalindo (kanan) dan Dirjen Pembangunan dan Pemberdayaaan Masyarakat Desa (PPMD) Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Ahmad Erani Yustika(tengah)> Foto Damar Iradat/Metrotvnews.com.
Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Heri Amalindo (kanan) dan Dirjen Pembangunan dan Pemberdayaaan Masyarakat Desa (PPMD) Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Ahmad Erani Yustika(tengah)> Foto Damar Iradat/Metrotvnews.com.

Bupati PALI Curhat Kondisi Daerahnya ke Kemendes

Nasional kementerian desa
Damar Iradat • 05 Mei 2016 07:31
medcom.id, PALI: Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Heri Amalindo mengatakan ada tiga unsur penting yang diperlukan untuk kemajuan daerahnya.
 
Hal itu langsung diutarakan oleh Heri kepada Dirjen Pembangunan dan Pemberdayaaan Masyarakat Desa (PPMD) Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Ahmad Erani Yustika. Tiga hal penting itu yakni, soal air bersih, listrik, dan infrastruktur.
 
"Intinya, tiga hal tersebut yang penting, untuk menunjang kemajuan desa," kata Heri saat berbincang dengan Erani di Pendopo Pertamina, PALI, Sumatera Selatan, Rabu (4/5/2016) malam.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Heri menjelaskan, soal aliran listrik, kerja sama pemerintah daerah, dalam hal ini Kabupaten PALI dengan pihak Perusahaan Listrik Negara belum maksimal. Pasalnya, meski hampir semua desa sudah dialiri listrik, tapi kapasitas listrik tidak mencukupi.
 
Ia mengatakan, di Kabupaten PALI, setidaknya baru satu kecamatan yang kapasitas listriknya di atas rata-rata. Sementara, di desa dan kecamatan lain belum maksimal.
 
"Sisanya kalau pake kipas angin meledug," tutur dia.
 
Kemudian, soal infrastruktur, ia mengakui masalah akses cukup sulit. Sejak tahun 2013, akses jalan dari Kabupaten PALI keluar masih belum cukup baik.
 
"Dari tahun 2013 itu jalan masih hancur. Dari Simpang Lilin sampai ke sini bisa 4-5 jam, padahal jarak tempuh hanya 30 kilometer," jelas dia.
 
Selain itu, soal sanitasi di lingkungan sekolah juga jadi sorotan. Heri memaparkan, kondisi air bersih di sekolah masih mengkhawatirkan.
 
Ia menyebut, murid-murid sekolah terancam terkena penyakit seperti cacingan dan paru-paru, lantaran sanitasi di sekolah-sekolah belum mencapai kondisi memadai. Sarana dan prasarana disebutnya tidak menunjang.
 
"Sarana dan prasarana tidak menunjang. Perbaikan-perbaikan wc, air, halaman sekolah, dan pagar. Air bersih itu Pak, percuma kalau kita ngomong jaga kebersihan kalau tidak ada air bersih," pungkasnya.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif