Wakil Ketua Badan Legislasi DPR Firman Soebagyo. Dok DPR
Wakil Ketua Badan Legislasi DPR Firman Soebagyo. Dok DPR

Sering Ikut Campur, Regulasi LSM Asing Perlu Diperkuat

Media Indonesia.com • 20 September 2022 20:36
Jakarta: Regulasi pemerintah dalam menangani Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) asing ilegal dinilai cukup lemah. Bahkan regulasi itu disebut tak mampu membasmi banyak isu buruk tentang pengelolaan industri hutan (sektor sawit) dan pemekaran DOB di Papua hingga terganggu asing.
 
Padahal, LSM memiliki posisi sebagai lembaga yang membantu tercapainya cita-cita pembangunan nasional oleh pemerintah. Mengoptimalkan kemampuan hingga potensi yang ada pada masyarakat ialah salah satu peran dari LSM.
 
Meski demikian, Lembagai ini masih harus tetap mengikuti pedoman peraturan yang berkaitan dengan kewenangannya, terutama untuk LSM asing yang berjalan di negara Indonesia. Kelengkapan pemenuhan aturan untuk LSM asing harus berpedoman pada syarat yang berkaitan dengan masalah keuangan dana, masalah kegiatan, hingga masalah struktur lembaganya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dengan begitu, dibangunnya lembaga yang mengayomi masyarakat ini akan membawa manfaat positif dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Apabila terjadi penyelewengan maka pemerintah berhak memberikan lembaga ini sanksi.
 
Namun, ternyata ada saja LSM asing yang malah melakukan kegaduhan di Indonesia. Entah dengan mengonfrontasi warga hingga pemerintahan. Nekatnya 'aksi' penyelewengan ini membuat masyarakat juga instansi kompak menyebut mereka memiliki maksud yang terselimut.
 
Dalam artian ingin memakai konflik-konflik yang terjadi sebagai sumber 'dana' mereka. Anggapan ini juga meluas pada pendapat bahwa pasti ada pihak yang berkepentingan dalam propaganda LSM asing ini.
 
Mulai dari Greenpeace Indonesia, TAF, ACF, ACTED hingga Mighty Earth adalah beberapa contoh LSM asing di Indonesia yang melakukan kegiatan ilegal.
 

Baca: Pemerintah Diminta Mewaspadai LSM Asing Pendukung Gerakan Kemerdekaan Papua


Bahkan para mahasiswa menolak adanya LSM Greenpeace Indonesia. Alasannya, lembaga asing tersebut telah memprovokasi masyarakat tentang lingkungan serta tak memiliki sumber dana yang jelas dan terbukti. Gabungan mahasiswa pun serempak meminta pembekuan LSM asing ilegal pada Kemenkumham.
 
Wakil Ketua Badan Legislasi DPR Firman Subagyo mengingatkan agar LSM asing tak melakukan propaganda negatif. Dia mengingatkan hal itu bakal berdampak pada hasil industri Tanah Air.
 
"Apabila Greenpeace terus melakukan propaganda negatif, bisa jadi nantinya hasil industri malah dimanfaatkan oleh bangsa lain," kata Firman dihubungi di Jakarta, Selasa, 20 September 2022.
 
Firman meminta BIN dan Polri untuk melakukan pengawasan serta penyelidikan terhadap kegiatan LSM asing yang ilegal. Penegak hukum bahkan diminta tak ragu menindak kegiatan ilegal yang membahayakan kestabilan politik nasional.
 
"Nanti, kalau ada kegiatan LSM yang dirasa membahayakan kestabilan politik nasional maka pihak berwajib pasti akan segera mengambil langkah hukum untuk mengatasi masalah tersebut," kata dia.
 
Sementara itu, pengamat intelijen Stanislaus Riyanto mengatakan adanya dugaan keterlibatan asing dalam kerusuhan di Papua. Termasuk, dalam bentuk dana dan logistik. Bahkan telah banyak ditemukan bukti bahwa TAF campur tangan isu DOB yang berpotensi membahayakan stabilitas Papua.
 
Hal senada disampaikan Ketua Dewan Penasihat Apindo Sofjan Wanandi. Dia meminta pemerintah perlu meningkatkan ketegasan dan independensi untuk menetapkan peraturan.
 
"Jangan sampai pemerintah terpancing dan masuk dalam permainan atau jebakan LSM asing ilegal," tegas dia.
 
Sebaiknya, pemerintah Indonesia mulai berbenah dengan mengambil langkah tepat. Selain itu, ada baiknya pula jika pemerintah mulai meneliti aktivitas LSM asing demi memastikan bagaimana kedisiplinan lembaga tersebut dalam mematuhi peraturan hukum.
 
Regulasi LSM asing di Indonesia perlu diperkuat agar permasalahan LSM asing ilegal yang beroperasi di Indonesia ini dapat segera diatasi oleh pemerintah secepatnya.
 
(JMS)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif